Bekasi – Audit laporan keuangan BAZNAS Kota Bekasi tahun 2017 meraih predikat Wajar Tanpa (WTP).

Pencapaian tersebut diharapkan dapat meningkatkan kepercayaan masyarakat untuk menunaikan zakat, infak dan sedekahnya kepada BAZNAS Kota Bekasi.

Ketua BAZNAS Kota Bekasi, H. Paray Said mengatakan, predikat ini adalah wujud komitmen BAZNAS Kota Bekasi dalam pengelolaan keuangan yang transparan dan akuntabel.

“Ini raihan ketiga kalinya, laporan keuangan BAZNAS selalu memperoleh predikat WTP dari BPK RI. Saya berharap ini adalah bagian dari komitmen transparansi dan keterbukaan yang baik, yang akan mendorong kepercayaan publik dan pada gilirannya akan meningkatkan pelaksanaan syariat zakat di Kota Bekasi,” kata H. Paray Said disela-sela tasyakuran atas diraihnya opini WTP yang ketiga kalinya di Kantor Baznas, Islamic Center Bekasi, beberapa waktu lalu.

Predikat WTP ini adalah hasil pemeriksaan BPK RI terhadap laporan keuangan yang disusun berdasarkan standar akuntansi dan diaudit menggunakan norma pemeriksaan akuntansi zakat.

“Sebagai lembaga pemerintah non struktural, BAZNAS Kota Bekasi akan selalu menjaga akuntabilitas dan transparansi keuangan. Terlebih BAZNAS Kota Bekasi ditugaskan untuk mengelola dana umat sesuai amanah Undang-Undang No.23 tahun 2011 tentang Pengelolaan Zakat,” jelasnya.

“Ini akan membuat masyarakat yakin akan transparansi dan keterbukaan dari gerakan zakat seluruh Indonesia,” katanya.

Selama tahun 2018, kepercayaan masyarakat terhadap BAZNAS Kota Bekasi meningkat 30 hingga 40 persen yang dapat dilihat dari kenaikan penghimpunan dana publik. (jos)