Ironi! Pelepasan Siswa SMA dan SMP di Kota Bekasi Sukses Disejumlah Hotel, ” Pungutan Merajalela”

0
1890

Bekasi, Info Pendidikan                                          Baru saja sekolah memperingati Hari Pendidikan Nasional (HARDIKNAS) yang dirayakan pada tanggal 2 Mei Tahun 2018 lalu, Hardiknas tahun ini mengusung tema, ” Menguatkan Pendidikan, memajukan Kebudayaan,” namun bila melihat kondisi real dan fakta di lapangan apakah memang sudah betul dan benar bahwa pendidikan indonesia sudah semakin kuat dan budaya indonesia sudah membuat maju?.

Namun faktanya sebuah ironi Pendidikan sedang di pertontonkan di depan mata, bahwa kini pendidikan yang seharusnya sebagai sebuah kesatuan utuh dan di kelola secara terintegrasi dan koprenshif, ibarat sebuah gambar ‘puzzle’ kini terpecah-pecah menjadi puing kepentingan, dibawa menjadi sekedar bungkusan slogan serta di teriakkan sebagai janji retorika kampanye.

Di Tahun politik selama dua tahun kedepan, pendidikan indonesia lengkap dengan segala komponen proses serta regulasi di dalamnya, seakan seperti sampan yang terombang ambing gelombang laut tanpa nahkoda, sehingga kehilangan arah, akan berlabuh dimana, memang secara kasat mata dan rasa, pendidikan masih berlangsung dalam prosesnya seperti obat oles tradisional, ‘ habis balsemnya, tak kunjung sembuh penyakitnya’.

Kebudayaan adalah aset penting dalam pendidikan untuk mendukung pembanggunan bangsa. Kebudayaan nasional Indonesia adalah keseluruhan proses dan hasil integrasi antar kebudayaan yang hidup dan berkembang di Indonesia.

Semuanya itu adalah bagian dari pembangunan karakter dan mentalitas bangsa lewat sebuah implementasi kurikulum dan wajib ber” implikasi’ dalam keseharian perilaku kehidupan.

Ibarat mata pisau yang kapan saja bisa di asah oleh tangan pemegang gagang pisaunya. Mau di asah bagian atas, otomatis tumpul dibawah, sedangkan di asah ke bawah  tumpul di atas. Pendidikan Indonesia lengkap dengan segala progres reportnya, kini menjadi ironi seperti pisau bermata dua, beda ketajaman.

Ironi dalam dunia  pendidikan jaman now, ratusan juta habis, hanya untuk merayakan pelepasan siswa. Mereka melakukan perpisahan tersebut keluar Kota dengan menikmati suasana mewah di hotel dan di tempat wisata seperti jogyakarta, Bandung, dan lain-lain.

Apa yang di pertontonkan oleh sejumlah sekolah tersebut, dengan merayakan pelepasan siswa di tempat mewah seperti hotel adalah bentuk pendidikan yang kurang tepat jika kita kembali melihat pesan yang disampaikan dalam Hari Pendidikan Nasional iyaitu Menguatkan Pendidikan Memajukan Kebudayaan.

Entah Pesan moral apa yang ingin disampaikan oleh para guru dan kepala sekolah kepada para siswanya apakah ini bentuk pendidikan karakter yang mereka ajarkan?, hanya guru dan kepala sekolah yang tahu jawabannya, apakah itu pantas dan layak atau tidak, dalam mendidik moral para siswa, itu juga hanya mereka yang memahami.

Memang tidak semua sekolah SMP dan SMA di Kota Bekasi melaksanakan pelepasan siswan di hotel ataupun di luar daerah, ada yang merayakan nya di dalam Sekolah secara sederhana.

Hasil dan informasi yang dihimpun dilapangan “Pungutan” yang di lakukan oleh pihak sekolah  kepada Siswa ber variasi, antara Rp 700 ribu, 1 juta hingga Rp 1,5 juta setiap siswa, tergantung kesepakatan antara sekolah dengan orang tua melalui Komite dimana dilaksanakan, daerah mana dan menginap di hotel mana.

Jika di lihat harga sewa ballroom hotel-hotel ber bintang di Kota Bekasi bervariasi di angka 40 juta sampai 100 juta. Tergantung fasilitas apa saja yang dipakai. Dan harga semakin mahal bila dengan paket lengkap, termasuk dekorasi dan makan-minumnya..

Selain itu, harga convention hall beberapa Mall besar juga menawarkan harga bervariasi. Namun masih di kisaran puluhan juta hingga ratusan juta, begitu juga yang melaksanakan di luar Kota seperti Jogyakarta sudah pasti menghabiskan anggaran puluhan hingga ratusan juta.

Di hari Pendidikan Nasional yang sekian puluh tahun 2018 ini para pengampu pendidikan indonesia mulai dari Eksekutif, judikatif hingga ketataran SKPD haruslah memiliki ‘ sense of kritis’ yang membuka mata hati dan nurani dan berujung kepada sebuah kesadaran.

Sehingga pesan Hari Pendidikan Nasional 2018 tidak akan berhenti dengan megahnya “TEMA” namun mari bersama-sama melihat nyata kedepan agar pendidikan kita semakin maju dan berkualitas. Selamat Hari PendidikN Nasional 2018 lewat Pendidikan tanpa korupsi di semua tingkatan Pendidikan.■ JOS