Wali Kota Rahmat Bersama tim URC Jemput 11 Warga Bekasi Korban Tsunami di Selat Sunda

0
577

Bekasi, Info Pendidikan                                    Belasan warga Bekasi korban Tsunami  di SelatSunda akhirnya di jemput oleh Wali Kota Bekasi Rahmat Effendi bersama tim unit reaksi cepat (URC) Puskesmas  Pekayon.Jaya Kecamatan Bekasi Selatan Minggu, (23/12).

Tim URC menggunakan ambulance setelah mendapat informasi dari Lurah dan Sekretaris Kelurahan Pekayon Jaya. Korban yang dirawat.

Wali Kota Rahmat bersama tim URC mendatangi para korban  yang merupakan staf Kelurahan  mendapat perawatan tim medis RSUD Pandeglang.

“Tim URC berangkat dari pekayon pada Minggu 23 desember, pukul 16.30 WIB, setelah kami infokan,” kata Sekertaris Kelurahan, Encup Supratman.

Encup mengakatakan, dari keterangan para staf yang ada disana semua dalam keadaan selamat. Meski, ada empat orang yang mengalami luka-luka, dan ada yang mengalami luka serius dibagian kakinya.

“Staf yang mengalami luka serius yakni Yogi. Sedangkan yang lain seperti, Heri, Ibrahim, Udin, Anta, Doni, Hario, Ridwan, Saepul, Roni, hanya mengalami luka ringan,” paparnya.

Encup lebih jauh mengatakan, pada Minggu 23 Desember 2018, pukul 02.00 dini hari. sudah ada 4 orang staf kelurahan yang menyusul ke lokasi kejadian, atas arahan dirinya. Ke-11 staf Kelurahan Pekayon Jaya ke Pantai Tanjung Lesung kata Encup, karena ingin mengisi liburan panjang.

Para staf itu sambung Encup, sudah minta ijin ke dirinya selaku pimpinan. Bahkan Lurah Pekayon ikut dalam rombongan. Namun lurah yang ada keperluan lain di Bekasi pulang pada Sabtu siang, sedang para staf masih di Pantai.

Dari keterangan para staf yang menjadi korban tsunami menurut Encup, pasca kejadian para staf dari korban lainnya dibawa ke Puskesmas Panimbang. Karena banyaknya korban, para staf Kelurahan Pekayon dirujuk ke RSUD Pandeglang.

“Saat ini para staf luka sedang perjalanan ke Kota Bekasi setelah dijemput tim URC, yang kemudian akan dibawa ke RS Chasbulloh Abdulmajid Kota Bekasi,” terang Encup.

Sedangkan Camat Medan Satria, Taufik Rahmat mengaku, empat warga Kelurahan Pejuang, hingga kini belum ditemukan.■ JOS