Info Pendidikan News – Kota Bekasi-
Buku sejarah RSUD dr. Chasbullah Abdulmajid Kota Bekasi resmi diluncurkan, Jumat (1/2/2019). Penulis buku itu, Ali Anwar, memaparkan proses penulisan buku itu. Pada awalnya, setelah mendapat instruksi Wali Kota Bekasi, Rahmat Effendi dan Direktur RSUD dr. Kusnanto Saidi, Ali sempat hampir berhenti dan ingin menyerah. Namun pada sewaktu berkunjung ke Perpustakan Nasional, alhasil ia menemui koran Batavia News memuat berita mengenai peresmian rumah sakit itu pada 6 Februari 1939.

Setelah itu, Ali Anwar, melanjutkan penulisan buku mengenai sejarah RSUD dr. Chasbullah Abdulmajid Kota Bekasi yang kini terbangun sampai 5 blok.

Wali Kota Bekasi Rahmat Effendi menyebutkan, usia RSUD dr. Chasbullah Abdulmajid Kota Bekasi sudah mencapai 80 tahun dan kini RSUD dr. Chasbullah Abdulmajid Kota Bekasi telah berkembang hingga 5 blok tepat di Jalan Mayor Oking, Bekasi Timur.

“Dan akan dibangun krematorium dan parkir, serta pada tahun anggaran 2020-2021 akan ada jembatan penghubung dari blok yang berada di Mayor Oking dengan Blok A RSUD dr. Chasbullah Abdulmajid Kota Bekasi yang kini di dekat Alun Alun Kota Bekasi,” ucap pria yang akrab disapa Pepen itu pada siaran persnya.

Lanjutnya, Pemkot Bekasi akan melengkapi fasilitas fasilitas di RSUD dr. Chasbullah Abdulmajid Kota Bekasi seperti alat MRI, kemoterapi dan alat bantu lainnya.

“Rumah sakit sosial, di mana rumah sakit yang tidak mengambil keuntungan banyak, akan tetapi pegawainya harus sejahtera. Ini dibangun dari hasil pembayaran pajak warga Kota Bekasi, maka itu kita rawat gedungnya dan layani para pasien yang tengah berobat, bekerja dengan hati,” ujarnya.

Selain acara peluncuran buku, acara penandatanganan kerja sama antara BPJS Ketengakerjaan dengan Direktur RSUD dr. Chasbullah Abdulmajid Kota Bekasi terkait tenaga kerja kesehatan yakni Badan Layanan Umum Daerah (BLUD), dengan fungsi jaminan ketenagakerjaan bagi para tenaga kesehatan BLUD.

Pepen berharap kemajuan pelayanan di RSUD harus lebih representatif dan lebih cepat tanggap dalam urusan melayani warga.

“Pemerintah Kota Bekasi sudah merencanakan akan mempersiapkan peralatan dan menambah fasilitas dari alat kesehatan yang belum lengkap, agar warga tidak harus rujuk ke rumah sakit swasta yang jauh,” demikian Pepen.■ JOS