Info Pendidikan News-Kota Bekasi-
Sebagai bentuk keseriusannya dalam mengurangi penggunaan kantong plastik sekali pakai, Rumah Zakat (RZ) *Mengolah dan mengemas* daging Qurban menggunakan kemasan kaleng di dalam pendistribusiannya.

Wahid Agman Hidayat, selaku Zakat Infaq Shodaqoh Wakaf Consultant Rumah Zakat, menuturkan jika pihaknya saat ini sangat mendukung program pengurangan penggunaan kantong plastik sekali pakai.

Untuk itu, RZ menunjukan keseriusannya dengan innovasi Superqurban.

“Kami sangat serius di dalam mengurangi penggunaan kantong plastik sekali pakai, sehingga Superqurban ini menjadi solusi,” kata Wahid, Jumat (16/8).

Menurutnyaa, Superqurban yang merupakan inovasi dalam pengolahan daging qurban bisa bertahan lebih lama.

“Superqurban bisa bertahan lebih lama dan hal ini sudah dilakukan sejak tahun 2012 yang lalu,” jelasnya.

Wahid menjelaskan, setelah hewan qurban tersebut disembelih, nantinya daging qurban dibawa ke pengolahan untuk dijadikan Kornet dan Rendang Superqurban.

“Setelah dipotong, dagingnya langsung dibawa ke lokasi pengolahan baru didistribusikan,” tambahnya.

Menurut dia, latarbelakang penggunaan kemasan khusus di dalam pendistribusiannya dikarenakan jika menggunakan kemasan kantong plastik sekali pakai, maka dagingnya takut tidak bisa bertahan lama dan tercampur dengan bahan kimia yang ada di dalam kantong plastik tersebut.

“Alasan kami menggunakan kaleng kemasan agar dagingnya tetap segar dan bisa bertahan lama,” ungkapnya.

Rumah Zakat memiliki dua varian dalam menyalurkan Superqurban, yakni daging yang diolah dalam bentuk kornet dan daging yang diolah dalam bentuk rendang.

“Superqurban yang disajikan ada dua varian, pertama dalam bentuk kornet dan daya tahannya mencapai tiga tahun dan dalam bentuk rendang yang daya tahannya mencapai dua tahun,” paparnya.

*Untuk itu disarankan pendistribusian daging qurbannya untuk tidak menggunakan kantong plastik sekali pakai dan bisa menggantinya dengan menggunakan anyaman bambu* ■ RIS