Info Pendidikan News- Bekasi
“Tahun ini, kita (SMAN 11 Bekasi —red) terpilih sebagai penerima BOS Kinerja untuk tingkat SMA. Penunjukan ini sekaligus menjadi bentuk pengakuan pihak kementerian pendidikan bahwa kita telah melakukan peningkatan pelayanan pendidikan yang signifikan dalam 2 tahun ini,” ujar Ermayani Astuti, Kepala SMAN 11 Bekasi, saat ditemui di ruang kerjanya, Jumat (20/9).

Kepala Sekolah SMAN 11, Ermayani Astuti

Awal September 2019, Pemerintah Republik Indonesia melalui Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan meluncurkan program BOS Afirmasi dan BOS Kinerja. Kedua program ini diluar program BOS Reguler.

Bantuan Operasional Sekolah Afirmasi yang selanjutnya disebut BOS Afirmasi adalah program pemerintah pusat yang dialokasikan bagi satuan pendidikan dasar dan menengah yang berada di daerah tertinggal. Sedangkan Bantuan Operasional Sekolah Kinerja yang selanjutnya
disebut BOS Kinerja adalah program Pemerintah Pusat yang dialokasikan bagi satuan pendidikan dasar dan menengah yang dinilai berkinerja baik dalam menyelenggarakan layanan pendidikan.

Khusus untuk Kota Bekasi, terpilih 27 sekolah yang menerima BOS Kinerja. 14 sekolah dasar, 6 sekolah menengah pertama, 3 sekolah menengah atas, 3 sekolah menengah kejuruan dan 1 sekolah luar biasa.

Berdasar penuturan Erma (panggilan Ermayani Astuti), penetapan ini bukanlah tanpa dasar. Karena, pihak kementerian pendidikan sebelumnya telah melakukan survey terkait kinerja dan progres sekolah. Terlebih dalam peningkatan nilai ujian nasional dalam 2 tahun berturut-turut.

“Salah satu syarat penting agar ditetapkan sebagai penerima BOS Kinerja adalah adanya peningkatan nilai ujian nasional dan nilai rapor mutu satuan pendidikan selama 2 (dua) tahun terakhir,” jelas Erma.

Selanjutnya Erma memaparkan, Dana BOS Kinerja untuk SMAN 11 Bekasi adalah sebesar  741 juta rupiah. Dana itu akan digunakan dalam penyediaan fasilitas akses Rumah Belajar.

“Dalam juknis BOS Kinerja, kita harus menyediakan tablet siswa sebanyak jumlah siswa kelas X, komputer dan laptop. Selain itu juga untuk membiayai daya dan jasa internet,” lanjut Erma.

“Alhamdulillah, belum genap 2 tahun saya memimpin SMAN 11, sudah tampak perubahan ke arah yang lebih baik. Sarana dan prasarana sekolah juga semakin lengkap, sistem pelayanan pendidikan juga terlihat semakin solid. Para guru dan wakil kepala sekolah makin mandiri dan eksis. Demikian juga dengan anak-anak. Prestasi mereka semakin menonjol di semua bidang, baik akademik dan non akademik,” kata Erma dengan nada pasti.

Terletak di Perumahan PATI AURI, Jatisari, Kecamatan Jatiasih, SMAN 11 secara kasat mata memang tampak mengalami perubahan. Sekolah terlihat tertata rapi, mulai dari depan sampai belakang sekolah. Di bagian depan, setiap yang datang ke SMAN 11 akan disambut petugas keamanan sekolah dengan sambutan hangat, lebih-lebih kini halaman sekolah juga semakin bersih dan asri dengan berbagai tanaman hias.

Memasuki gedung sekolah, petugas piket pasti menyambut dengan ramah. Di ruang lobi, tamu yang datang berkunjung dapat duduk diatas sofa tamu yang nyaman.

Lebih ke dalam lagi, halaman tengah sekolah kini lebih bersih dari sebelum-sebelumnya. Hal serupa juga ada di bagian belakang sekolah yang sekarang dihiasi bermacam jenis tanaman hidroponik yang di-arrange apik. Menambah keteduhan sekolah. Tidak sampai disitu, sekolah juga membenahi bidang sanitasi. Toilet dan kamar kecil siswa direnovasi total.

“Ruang kelas harus bersih. Apalagi toilet, jangan sampai kotor dan bau. Saya sangat concern di hal-hal seperti itu. Makanya, tiap saat saya selalu menyempatkan diri keliling sekolah. Mulai dari kelas-kelas sampai ke kamar kecil. Enggak betah lihat sampah apalagi kalau sampai berbau,” tegas Erma, mengakhiri perbincangan.■ (GP-IP2)