Info Pendidikan News- Kota Bekasi-
“Visi-Misi saya itu adalah meningkatkan mutu intelektual siswa,” ungkap Dra. Hj. Anita Leni, MPd, Kepala SMPN 16 Kota Bekasi.

Dra. Hj. Anita Leni, MPd, Kepala SMPN 16 (kanan) bersama Tjandrawati, Wakasek Sapras (kiri)

Ditemui disela-sela kesibukan sekolah mempersiapkan diri untuk penilaian Adipura, Kamis (24/10), kepada IP, Anita Leni didampingi Tjandrawati, Wakil Kepala Sekolah Bidang Sarana Prasarana, menjelaskan secara panjang lebar visi-misinya sebagai kepala sekolah.

“Walaupun sekarang nilai ujian nasional bukan lagi penentu untuk diterima di sekolah lanjutan, namun yang namanya ilmu itu tidak akan hilang. Ilmu itu menjadi bekal sampai mereka ini kuliah nanti,” jelas Anita.

“Di sekolah ini,” sambung Anita bersemangat, “semuanya lengkap. Kita punya semua sarana prasarana. Ada rumah kompos, ada pencacah sampah, lab kita lengkap dan komputer kita sudah lengkap.

Dan, yang membuat kita bangga, dalam 2 tahun berturut-turut hasil UNBK kita menempati 3 besar setelah SMP 1 dan 5.”Selain melengkapi sarana prasarana, berdasar penuturan Anita, dia juga sangat fokus pada penguasaan teknologi informasi.

“Disini, baik siswa dan guru, saya tekankan untuk mahir dan menguasai teknologi informasi. Kita sudah tidak asing lagi dengan proses pembelajaran jarak jauh dengan memanfaatkan teknologi informasi. Mereka bisa belajar dimana saja dan berkomunikasi dengan guru menggunakan smartphone.”

“Jangan heran bila kita melihat anak-anak SMPN 16 belajar tidak melulu di ruang kelas. Mereka sudah kami biasakan belajar dengan suasana menyenangkan. Mereka belajar atau mengerjakan tugas kadang sambil ngumpul-ngumpul di pinggir lapangan. Atau kadang di pelataran depan kelas. Pokoknya senyaman mereka saja. Tapi mereka tetap berkomunikasi dengan guru mapel atau guru kelasnya masing-masing dengan bantuan aplikasi.

Jadi siswa dan guru disini sudah saling terkoneksi,” kata Anita memaparkan. Lanjut Anita, “Dan yang terakhir ini, kita juga sudah melaksanakan bimbel (bimbingan belajar) online. Siswa enggak usah datang ke sekolah, mereka tidak diwajibkan datang ke sekolah. Mereka bimbingan belajar dengan guru secara jarak jauh dengan aplikasi smartphone masing-masing. Dengan membayar nol rupiah, atau gratis.”Terkait pemanfaatan IT (information technology/ti—red), kata Anita, dituntut untuk bijak.

“Semua punya sisi negatif atau positif. Tapi, perkembangan sekarang sudah bergeser. Kita tidak bisa membendung perkembangan zaman. Yang diminta disini, kita harus bisa menggunakan atau memanfaatkan teknologi yang ada secara bijak (wise). Kita bisa mencari informasi seluas-luasnya dengan hape (smartphone/gadget—red).

Dan dengan biaya yang sangat murah. Dengan IT, pekerjaan guru juga dimudahkan. Contohnya, untuk memeriksa hasil ujian anak, guru enggak usah memeriksa secara manual. Cukup pake hape, guru tinggal men-scan kertas lembar jawaban siswa. Dan langsung hasilnya dapat. Cepat dan enggak pakai ribet.

Demikian juga saat proses pembelajaran di kelas, saya mewajibkan guru untuk dapat menyajikan materi pelajaran secara interaktif dan dikemas semenarik mungkin. Banyak tips dan trik yang saya sampaikan kepada para guru supaya mampu membuat proses KBM (kegiatan belajar mengajar) dengan menyenangkan,” tutur Anita sambil tersenyum.

Masih dengan bersemangat, Anita memaparkan apa saja yang telah mereka lakukan di SMPN 16, terkait dalam pemanfaatan IT. Selain bimbel online, mereka juga sudah mengembangkan E-Book. Dan dalam PTS kemarin, siswa juha mengerjakan soal dengan menggunakan gadget (android).

“Sebagai kepala sekolah, dituntut untuk cerdas dan kreatif. Juga kerja keras. Jangan terpaku pada satu metode pembelajaran saja. Semua bermuara pada satu tujuan,peningkatan mutu intelektual,” pungkas Anita Leni.■GP-IP2