Info Pendidikan News- Kota Bekasi-
Sebagai bentuk komitmen dalam peningkatan raihan Nilai Ujian Nasional, SMP Negeri 1 Kota Bekasi, Rabu (6/11), melaksanakan Simulasi UNBK yang pertama, dari 3 kali jadwal pelaksanaan Simulasi UNBK dari Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan RI (Kemendikbud RI).

Suasana simulasi UNBK pertama di SMPN 1 Kota Bekasi

Sekolah dengan predikat peraih nilai hasil ujian nasional terbaik se-Jawa Barat ini dalam beberapa tahun belakangan memang menunjukkan peningkatan signifikan. Penghargaan demi penghargaan berturut-turut diraih SMPN 1. Mulai dari prestasi Akademik sampai Non Akademik.

Kepala Sekolah SMPN 1 Kota Bekasi, Euis Siti Halimah

Termasuk diantaranya penetapan sebagai sekolah berkinerja baik dari Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan karena berhasil menyelenggarakan pelayanan pendidikan prima dan peningkatan nilai ujian nasional selama kurun waktu 2 tahun berturut-turut.

Wakasek Kurikulum SMPN 1 Kota Bekasi, Indri Hastuti 

Euis Siti Halimah, Kepala SMPN 1 Kota Bekasi, didampingi Indri Hastuti, Wakil Kepala Bidang Kurikulum, saat ditemui di sela waktu antara sesi 2 dan 3 pelaksanaan Simulasi UNBK, Rabu (6/11), mengatakan bahwa Simulasi UNBK ini adalah yang pertama dari 7 jadwal simulasi yang dijadwalkan sekolah.

“Kita menjadwalkan 7 kali pelaksanaan Simulasi UNBK dimana 3 kali mengikuti jadwal dari Kemendikbud, selebihnya 4 kali dilaksanakan sendiri oleh SMPN 1,” ungkap Euis.

Sebenarnya, sambung Euis, 7 kali simulasi itu masih sangatlah kurang. Kalo bisa kita maunya lebih dari itu. Tapi, untuk melaksanakan simulasi itu tidaklah murah, kita perlu biaya besar. Apalagi kan melibatkan banyak personil.

Seperti saat ini, kata Euis melanjutkan, kita membuat 3 sesi pelaksanaan simulasi. Ini disesuaikan dengan ketersediaan komputer dan ruang.

“Kita punya 120 komputer, dan 4 ruang lab komputer. Tiap ruang kita isi 30 komputer client dan 1 server. Dan tiap ruang dijaga dan diawasi 1 guru, 1 proktor dan 1 teknisi,” jelas Euis.

Walau masih sangat kurang, tambah Euis, mereka dari pihak sekolah, baik kepala sekolah, guru dan siswa, optimis dapat meningkatkan rata-rata raihan nilai ujian nasional tahun depan.

Hal senada juga diungkapkan Indri Hastuti, bahwa sekolah menargetkan rata-rata Nilai UN 90 untuk tahun depan.

“Ya, sedikit diatas raihan UN kemarin, 88,65. Itu target yang cukup rasional lah. Kalau memang diizinkan yang diatas, bisa diatasnya. Tapi jangan sampai dibawahnya,” sambung Indri menambahkan sambil tersenyum.

Seijin kepala sekolah, IP dipandu oleh Indri, diajak berkeliling memantau jalannya pelaksanaan simulasi dan mendokumentasikannya dari luar kelas.

Selepas itu, Euis menceritakan bahwa sekolah sangat concern dalam peningkatan kualitas pembelajaran. Karena bukan saja menjadi “ikon” pendidikan di Kota Bekasi, SMPN 1 juga menjadi citra maju mundur pendidikan di kota Bekasi. Maka, walaupun sekarang penerimaan siswa baru sudah berbasis zonasi, namun hal itu bukanlah kendala bagi SMPN 1 untuk terus mempertahankan kualitas pendidikan dan pengajaran. Baginya, dan juga bagi para guru, itu menjadi sebuah tantangan.

Indri juga mengatakan hal yang sama, bahwa bukan inputnya yang menjadi kendala, tapi bagaimana anak-anak yang masuk ke SMPN 1 mendapatkan pendidikan yang terbaik dan mengantarkan mereka meraih prestasi setinggi-tingginya.

Indri mengatakan bahwa selain telah menyelenggarakan pendidikan digital, SMPN 1 tidak pernah melupakan pendidikan karakter siswa. Setiap hari sekolah menggelar pendidikan karakter berbeda dari hari ke hari.

Diakhir perbincangan, Euis mengungkapkan bahwa baru-baru ini 30 siswa SMPN 1 mengikuti lomba PKN (Pendidikan Kesenian Nasional) dari Kementerian Pendidikan. Alhamdulilah mereka berhasil membawa banyak piala dan hadiah uang sebesar Rp. 12 juta.

“Uang itu diserahkan untuk anak-anak sebagai apresiasi atas prestasi mereka,” pungkas Euis.■ (GP-IP2)