Jakarta, Info Pendidikan                                      Dunia pendidikan di Ibukota Jakarta  kembali tercoreng oleh oknum pihak sekolah yang diduga masih melakukan pungutan liar (Pungli) kepada siswanya. Seperti yang terjadi di SMPN 27 Duren Sawit, Jakarta Timur.

Dengan dalih untuk iuran kas kelas dan membiayai ekskul renang, sekolah membebankannya kepada orang tua murid, seperti yang dikeluhkan sejumlah orang tua murid dari sekolah tersebut. Mereka mengeluh masih adanya uang iuran yang dibebankan kepada siswa.

Mawar, bukan nama sebenarnya, salah satu orangtua murid, mengeluhkan pungutan yang dibebankan kepada anaknya berupa iuran kas kelas sebesar Rp. 20 ribu per bulan yang disetorkan kepada bendahara kelas, dan iuran ekskul renang sebesar Rp. 20 ribu setiap latihan renang.

“Biaya tersebut memberatkan kami sebagai orangtua murid, kok masih saja ada iuran kas kelas dan iuran ekskul renang,” kata Mawar kepada IP, di halaman kantor Walikota Jakarta Timur, Rabu pekan lalu.

Kepala SMPN 27 Duren Sawit Jakarta Timur, Suyanta, saat dikonfirmasi terkait dugaan pungutan tersebut mengatakan bahwa pihak sekolah sedang dalam proses verifikasi menyeluruh, baik eksternal maupun internal. Dia meminta untuk verifikasi dan bekerja supaya tidak salah menghukum pelaku.

“Kita sedang proses verifikasi di eksternal maupun internal, supaya tidak salah menghukum pelaku,” kata Suyanta melalui pesan singkatnya.

Sedangkan Kasudin Pendidikan Jakarta Timur 1, Ade Yulianarun, saat diminta tanggapannya melalui seluler, terkait adanya pungutan di SMPN 27 Duren Sawit, mengatakan akan segera menindaklanjuti informasi tersebut ke pihak sekolah.

“Informasi ini akan segera kita tindaklanjuti ke sekolah,” kata Ade Yulianarun kepada Info Pendidikan.■(Spd/PS)