Depok, Info Pendidikan
Universitas Indonesia atau dikenal dengan sebutan UI, adalah sebuah perguruan tinggi di Indonesia yang kampus utamanya ada di bagian utara Depok, berbatasan dengan Jakarta Selatan. Dan kampus lainnya ada di Salemba, Jakarta Pusat.

UI adalah kampus modern, komprehensif, terbuka, multi budaya, dan humanis, yang mencakup disiplin ilmu yang luas. Kampus ini telah menghasilkan lebih dari 400.000 lulusan dan dianggap sebagai salah satu dari tiga perguruan tinggi teratas di Indonesia bersama dengan Universitas Gadjah Mada dan Institut Teknologi Bandung.

Sampai saat ini, UI menjadi peringkat kelima perguruan tinggi terbaik versi Kementerian Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi Republik Indonesia (Kemenristekdikti) tahun 2019. Selain itu UI juga telah mencetak berbagai lulusan terbaiknya. Sekarang, UI telah memiliki total 15 fakultas dan 64 jurusan program studi S1.

Untuk turut menjadi bagian mahasiswa beralmamater kuning, ternyata ada beberapa jalur masuk yang bisa kamu tempuh selain SNMPTN dan SBMPTN. Penasaran seperti apa informasi jalur masuk UI selain SNMPTN dan SBMPTN? Yuk, simak pembahasannya berikut.

Jalur Masuk UI 1: PPKB UI

Logo Universitas Indonesia (https://id.wikipedia.org/wiki/Universitas_Indonesia)

Prestasi dan Pemerataan Kesempatan Belajar (PPKB) UI adalah jalur penerimaan maba (mahasiswa baru) yang seleksinya didasarkan pada pencapaian prestasi akademik di sekolah. Tujuan penyelenggaraan program PPKB ini ialah menjaring putra-putri terbaik daerah yang sulit mendapatkan akses mengenyam pendidikan tinggi.

Syarat utama untuk mengikuti jalur seleksi masuk ini ialah, sekolahmu harus mendapat surat undangan dari UI terlebih dahulu. Setelah sekolah kalian mendapatkan undangan dari UI, kepala sekolahmu diwajibkan mengisi data-data sekolah yang diperlukan, seperti informasi sekolah, data kandidat siswa yang akan didaftarkan, hingga daftar nilai siswa dari semester 1 – 5.

Setelah sekolah kalian mendaftarkan diri dan kamu sebagai kandidat peserta PPKB UI, kamu akan mendapatkan nomor pendaftaran dan password untuk melakukan pendaftaran individu. Saat pendaftaran, kamu diwajibkan memilih program studi (prodi) pilihanmu, data diri, mengunggah foto dengan ukuran 400 x 600 piksel, mendaftar biaya pendaftaran, dan dokumen kelengkapan pendaftaran.

Untuk biaya pendaftaran, bergantung kepada tingkat studi yang dipilih. Kalau kamu memilih tingkat vokasi (D3) atau sarjana paralel, maka kamu dikenakan biaya Rp. 750 ribu. Sedangkan, bila kamu memilih tingkat sarjana internasional, kamu dikenakan biaya pendaftaran sebesar Rp.1 juta.

Lalu, untuk dokumen kelengkapan, kamu harus mengunggah hasil scan rapor, scan surat pernyataan yang ditulis tangan berisi penjelasan mengapa memilih prodi tersebut, dan hasil scan bukti prestasi akademik (jika ada). Untuk scan rapor, konten yang harus kamu scan meliputi halaman data diri, halaman kelas 10, 11, dan 12 yang telah dilegalisir atau semester 1 hingga 5.

Semua hasil scan tersebut harus berformat PDF. Nantinya, pihak UI akan menyeleksi semua data-data calon mahasiswa dan kesesuaian kuota dari masing-masing prodi. Penilaian masuk atau tidaknya bergantung pada performa sekolah, yakni dari kualitas alumni-alumninya dan prestasi akademikmu.

Jalur Masuk UI 2: SIMAK UI

Sumber Logo: http://simak.ui.ac.id/

SIMAK UI atau Seleksi Masuk UI merupakan seleksi terpadu yang diselenggarakan UI bagi calon mahasiswa yang ingin kuliah di UI. Seperti namanya, SIMAK UI diselenggarakan dalam bentuk tes tertulis, seperti SBMPTN.

Materi yang akan diujikan dalam SIMAK UI terbagi jadi tiga, yakni Kemampuan Dasar (KD), Kemampuan IPA (KA), dan Kemampuan IPS (KS). Saat mengerjakan KD, akan diberikan waktu selama 90 menit dengan materi Matematika Dasar, Bahasa Indonesia, dan Bahasa Inggris.

Lalu, untuk KA, akan diberikan waktu selama 120 menit untuk mengerjakan soal yang terdiri dari materi Matematika IPA, Biologi, Fisika, dan Kimia. Dan, untuk KS, akan diberikan waktu pengerjaan soal selama 60 menit dengan materi soal dari Ekonomi, Sejarah, Geografi, dan Sosiologi.

Jalur Masuk UI 3: SIMAK KKI

Sumber Logo: http://simak.ui.ac.id/

SIMAK KKI atau Seleksi Masuk Kelas Khusus Internasional UI merupakan jalur masuk untuk kamu yang ingin merasakan kelas internasional di UI. Pelaksanaannya berbeda dengan SIMAK UI biasa. Namun, untuk persyaratannya, banyak persamaan dengan SIMAK UI. Hanya saja, perbedaannya ada pada keharusan kamu memiliki sertifikat TOEFL (Test of English as a Foreign Language) dan/atau IELTS (International English Language Testing System). Tanpa adanya sertifikat tersebut, kamu tidak bisa mengikuti SIMAK KKI.

Keharusan memiliki sertifikat TOEFL dan/atau IELTS dikarenakan kuliah di program internasional dibutuhkan kemampuan bahasa Inggris yang mumpuni. Jika kemampuan bahasa Inggris tidak baik, maka akan kesulitan mengikuti pelajarannya.

Adapun, materi soal yang akan dihadapi saat ujian terbagi menjadi dua, yakni Natural Sciences dan Social Sciences. Kalau kamu memilih prodi bidang Sainstek pada SIMAK KKI, kamu akan menghadapi materi soal Natural Sciences yang terdiri dari Mathematic for Natural Sciences, Biology, Physics, dan Chemistry. Waktu yang diberikan untuk mengerjakan soal tersebut 120 menit.

Untuk KS, kamu akan diberikan waktu pengerjaan soal selama 120 menit juga. Materi-materinya meliputi, Basic Mathematics, Economics, Indonesian and World History, Geography, dan Sociology.

Bagi kamu yang memilih Prodi Kedokteran Internasional, kamu akan dihadapkan satu soal lagi, yakni SJT (Situational Judgement Test). Soal tersebut akan kamu hadapi setelah ujian SIMAK selesai.

Itulah beberapa jalur masuk UI selain SNMPTN dan SBMPTN. Kalau kamu ingin mendapat informasi ter-up date informasi lainnya.

Untuk informasi lebih lengkap, ada baiknya kamu membuka link resmi penerimaan UI. https://penerimaan.ui.ac.id/  dengan begitu, kamu bisa mencari tahu apa saja yang perlu kamu persiapkan sebelum mengikuti beberapa jalur masuk yang telah dibahas. Kalau kamu serius ingin menjadi anak UI, maka kamu harus mempersiapkan diri dari sekarang. Semangat!

Penulis:
Fauzan Azhar, Penulis adalah Mahasiswa Semester 1, Jurusan Hubungan Masyarakat Program Pendidikan Vokasi, Universitas Indonesia.