Bekasi, Info Pendidikan
CBT (Computer Base Test) atau Tes Berbasis Komputer di sekolah-sekolah menjadi sebuah keharusan di era Industri 4.0. Pada akhir tahun 2019 kemaren, Pemerintah melalui Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) sudah meluncurkan Program Digitalisasi Sekolah, sebagai bentuk perhatian negara dalam menyikapi perkembangan industri Informasi saat ini.

Demikian juga dengan SMAN 8 Bekasi. Sekolah yang berlokasi di Pekayon, Bekasi Selatan ini juga tidak mau tertinggal. Saat ini, SMAN 8 sedang mengembangkan program CBT sebagai bagian dari program digitalisasi sekolah.

Menurut keterangan dari Samsu Rijal, Staf bidang Kurikulum SMAN 8, didampingi Dahlia Sebayang, staf Humas dan Lela Siti Nurlaila, Staf Kesiswaan, kepada IP, menjelaskan bahwa hari ini, Senin (27/1), SMAN 8 Bekasi sedang melaksanakan Try Out Berbasis Komputer (TOBK).

“Pelaksanaan TOBK ini dari Senin sampai Jumat. Walaupun Jumat lalu kita sudah mulai, tapi masih Uji Coba. Hari ini mulai pelaksanaannya,” ungkap Samsu Rijal.

Sedangkan Dahlia dan Lela mengungkapkan bahwa dari 411 siswa kelas XII, sekolah menggunakan 3 ruang laboratorium komputer. Masing-masing ruang diisi 40 komputer dan laptop dengan 2 komputer cadangan.

Dedi Suryadi, secara khusus mengatakan bahwa program TOBK ini adalah bagian dari program CBT di SMAN 8 Bekasi. Kedepannya juga sekolah ingin melaksanakan Ujian Sekolah Berbasis Komputer. Jadi selain berbasis komputer, TOBK ini juga sudah merintis ujian berbasis Android. Sebagian siswa dalam TOBK ini menggunakan smartphone Android.

“Kita sudah menyosialisasi program ini ke Komite Sekolah, dan komite sangat mengapresiasi. Apresiasi komite diwujudkan dalam bantuan dana, support dan dukungan lainnya sehingga program sekolah tidak terkendala dan berjalan dengan baik,” ujar Dedi.

Dengan CBT, sambung Dedi, guru juga dipermudah dan tugasnya semakin ringan, karena selesai ujian, siswa langsung memperoleh hasilnya.
Saat TOBK hari pertama ini, tampak Komite Sekolah, diwakili Wakil Ketua Komite, Simon Sitohang, datang langsung meninjau pelaksanaan TOBK. Didampingi Kepala Sekolah, Simon Sitohang, meninjau kelas demi kelas serta berkomunikasi dengan siswa dalam hal teknis pelaksanaan TOBK.

‘Kita berharap program ini dapat berjalan dengan berkesinambungan. Terlebih ke depannya, era digital sudah menjadi sebuah kebutuhan dan tuntutan di bidang pendidikan. Jadi, SMAN 8 Bekasi berusaha untuk mengembangkan proses pembelajaran digital.

Dimulai dengan TOBK, nanti kita akan coba di USBK (ujian sekolah berbasis komputer), ini lebih berat. Karena harus mengujiankan 12 mata pelajaran. Yang pastinya waktu pelaksanaannya lebih lama dan membutuhkan kerja keras.

Kita berharap dengan pelaksanaan TOBK ini, hasil Ujian Nasional siswa SMAN 8 semakin meningkat karena mereka sudah dibiasakan dan terbiasa dengan ujian berbasis komputer. Karena nantikan ujian nasional sudah berbasis komputer (UNBK),” pungkas Dedi Suryadi mantap.■ (GP/IP2)