Bekasi, Info Pendidikan
Dengan alasan keterbatasan lahan, SMAN 17 Bekasi membangun ruang laboratorium dihalaman sekolah sehingga terlihat dari depan menutupi sebagian ruang kelas belajar siswa.

Ruangan Laboratorium SMAN 17 Bekasi 

Selain menjadikan halaman sekolah semakin sempit, pembangunan ruang labaratorium tersebut juga telah mengubah desain awal pembangunan SMAN 17 Bekasi yang dulu telah dirancang oleh Pemerintah Kota Bekasi.

Meilina Hetti Sania, Wakil Kepala Sekolah bidang sarana dan prasarana SMAN 17 Bekasi, kepada IP mengatakan bahwa lokasi pembangunan laboratorium tersebut sudah sesuai aturan.

“Pembangunan lokasi laboratorium tersebut sudah sesuai aturan dan tidak ada masalah,” ungkap Meilina kepada IP Kamis, 30/01 di ruang kerjanya.

Ia juga mengatakan sebelumnya tim monitoring dan evaluasi (monev) dari Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Barat telah meninjau lokasi pembangunan laboratorium tersebut kesekolahnya.

“Tim monev Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Barat sudah meninjau lokasi pembangunan laboratorium kesekolah ini dan tidak ada masalah, kalau memang ada masalah sudah di kritisi,” tambah Meilina.

Hal yang sama juga dikatakan Waluyo, Kepala Sekolah SMAN 17 Bekasi, Kepada IP, Waluyo menjelaskan mengapa mereka memilih lokasi pembangunan laboratorium tersebut dihalaman sekolah persis didepan ruang kelas siswa.

“Sekolah tidak lagi punya lahan untuk lokasi membangun ruangan laboratorium. Kalau dibangun didepan sekolah tempat parkir nantinya tidak ada lagi, terus kalau kita bangun di tanah kosong yang ada disamping masjid sekarang, itu akan mengeluarkan biaya atau cost yang sagat tinggi karena harus diuruk. Lagian tanah kosong itu nantinya akan dipergunakan untuk pembangunan Masjid 2 lantai,” ungkap Waluyo.

“Jadi lokasi pembangunan laboratorium tersebut sudah tepat dan itu hasil rapat dengan teman-teman guru,”sambungnya.

Saat IP meminta tanggapan kepada Kepala KCD Wilyah III terkait lokasi pembangunan laboratorium yang dibangun dihalaman sekolah, Casmadi, mengatakan akan melihatnya terlebih dahulu.

“Nanti saya lihat dulu ke sekolah,”ungkap Casmadi singkat lewat aplikasi whatshap.

Menanggapi pembangunan laboratorium yang dibangun dihalaman sekolah dan mengubah desain awal pembangunan sekolah tersebut, Wali Kota Bekasi, Rahmat Effendi mengatakan “ngaco nggak punya estetika.

” Ngaco nggak punya estetika,” ungkap Wali Kota Bekasi melalui WhatsApp (WA).

Sementara salah satu pemerhati pembangunan di Kota Bekasi, Saut MN ketika diminta tangapannya terkait hal tersebut, Saut mengatakan, tidak dibenarkan pihak sekolah membangun RKB maupun mendirikan bangunan tanpa persetujuan dari pemerintah, karena setiap bangunan sekolah itu sudah memiliki desain sejak awal, jadi sekolah jangan asal membangun nanti bisa menjadi sembraut,”ungkapnya.

“Pihak sekolah itu jangan asal mambangun RKB (Ruang Kelas Belajar), kan sudah ada perencanaan maupun desain awal dari pemerintah terkait pengembangan sekolah. Desain pembangunan sekolah itu berbeda-beda, karena pemerintah akan menyesuaikan dengan lahan yang tersedia, jadi jangan asal-asalan,” jelas Saut.■ JOS