Bekasi, Info Pendidikan
Era Digital saat ini memicu masyarakat semakin kritis dalam menyikapi berbagai hal. Terutama terkait pada masalah pelayanan publik. Hal ini disebabkan karena semakin mudah dan murahnya publik mengakses informasi.

Menyikapi ini, maka instansi publik juga semakin dituntut untuk lebih akuntabel, terukur dan transparan dalam melaksanakan pelayanan. Tidak terkecuali Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Bekasi.

Mengawali tahun anggaran 2020, dan awal semester dua tahun ajaran 2019/2020, Disdik Kota Bekasi berkomitmen untuk lebih meningkatkan kinerja dari tahun-tahun sebelumnya. Dimulai dengan komitmen dalam transparansi kinerja.

Transparansi atau keterbukaan berarti bahwa informasi yang berkaitan dengan organisasi tersedia secara mudah dan bebas serta bisa diakses oleh masyarakat, khususnya oleh mereka yang terkena dampak kebijakan yang dilakukan oleh organisasi tersebut.

Kalaupun ada informasi yang tidak boleh diketahui oleh publik, yang sering disebut dengan “rahasia perusahaan”, maka harus ada kriteria yang jelas untuk itu. Keterbukaan juga bisa berarti informasi yang cukup berkaitan dengan kinerja lembaga tersedia dan disajikan dalam bentuk atau media yang mudah dipahami masyarakat.

Transparansi Kinerja Dinas Pendidikan Kota Bekasi adalah satu bentuk pertanggung jawaban dari Dinas Pendidikan Kota Bekasi kepada publik. Jadi masyarakat atau publik mengetahui secara lebih lengkap apa aja yang telah mereka lakukan dalam hal pelayanan di Bidang Pendidikan.

Uu Saeful Mikdar, Sekretaris Dinas Pendidikan Kota Bekasi, kepada IP, Selasa (4/2), di ruang kerjanya memaparkan dengan rinci program kerja yang telah dilaksanakan dan yang akan dilaksanakan Dinas Pendidikan Kota Bekasi.

“Apa yang kita raih sekarang terlebih di tahun 2020 ini tidak terlepas dari prestasi kita di tahun-tahun sebelumnya khususnya 2019 lalu. Dan yang perlu digaris bawahi untuk diketahui oleh masyarakat atau stakeholder bahwa Dinas Pendidikan berusaha sekuat tenaga dengan memberdayakan semua aparatur yang ada.

Mulai dari Kepala Dinas, Sekretaris, dan Kabid (Kepala Bidang—red) dan teman-teman struktural diberdayakan. Dan Pak Wali Kota juga menginginkan agar Dinas Pendidikan ini memberikan pelayanan yang prima,” ucap Uu mengawali, sambil memeriksa, memaraf dan menandatangani setumpuk berkas diatas meja kerjanya.

Output Dinas Pendidikan, sambung Uu, hanya berusaha memberikan pelayanan yang terbaik. Dan indikator pelayanan itu adalah “dirasakan” oleh masyarakat, bukan dilihat. Walaupun tingkat kepuasan dari pelayanan yang diberikan tidak bisa merata dirasakan oleh semua kalangan. Karena faktor kepuasan itu juga dipengaruhi banyak hal.

Mantan Kepala SMK ini kemudian memberikan beberapa gambaran tentang tingkat kepuasan masyarakat, yang menurutnya, banyak dipengaruhi oleh latar belakang masyarakat itu sendiri.

Misalnya, di beberapa sekolah swasta, orang tua murid yang berlatar belakang ekonomi lebih bagus, tidak mempermasalahkan biaya yang harus mereka keluarkan dalam mendapatkan pelayanan yang lebih baik. Dan banyak di kalangan masyarakat tertentu sudah menyadari bahwa kualitas pelayanan pendidikan membutuhkan biaya yang besar.

“Tapi, di sekolah negeri tidak bisa seperti itu,” lanjut UU, “…Karena di sekolah negeri tidak diperkenankan adanya pungutan-pungutan khususnya dalam memberikan pelayanan.”

Selanjutnya, Dinas Pendidikan, ujar Uu, sekarang ini berusaha mencoba untuk fokus dalam semua aspek pelayanan pendidikan. Pemerintah, baik pusat maupun kota Bekasi, menuntut agar Dinas Pendidikan memberikan pelayanan pendidikan yang prima. Berbagai undang-undang, peraturan pemerintah sudah dikeluarkan termasuk berbagai instruksi. Semuanya bermuara pada peningkatan kualitas pelayanan pendidikan.

Untuk Kota Bekasi sendiri, kata Uu Saeful Mikdar, sampai hari ini, Wali Kota Bekasi, telah mengeluarkan instruksi-instruksi di lingkup Dinas Pendidikan. Instruksi Wali Kota itu diantaranya,

1. Instruksi Wali Kota Bekasi Nomor 421/1225/Disdik tentang Tertib Pengelolaan Bantuan Operasional Sekolah (BOS) Daerah dan Bantuan Operasional (BOS) Reguler Sekolah Dasar dan Sekolah Menengah Pertama di Kota Bekasi;

2. Instruksi Wali Kota Bekasi Nomor 421/1226/Disdik.Set tentang Komite Sekolah;

3. Instruksi Wali Kota Bekasi Nomor 424/1227/Disdik. Set tentang Hari Kerja dan Jam Kerja Guru di Lingkungan Dinas Pendidikan Kota Bekasi;

4. Instruksi Wali Kota Bekasi Nomor 420/1222/Disdik.Renprog tentang Tertib Pengelolaan Data Pokok Pendidik (Dapodik) pada Sekolah Dasar (SD) dan Sekolah Menengah Pertama (SMP) di Lingkungan Dinas Pendidikan;

5. Instruksi Wali Kota Bekasi Nomor 421.16/1221/Disdik Renprog tentang Pengendalian dan Evaluasi Pelaksanaan Kegiatan Pembangunan dan Penerapan Standar Pelayanan Minimal (SPM) Dinas Pendidikan Kota Bekasi;

6. Instruksi Wali Kota Bekasi Nomor 420/1219/Disdik tentang Pemberian Bantuan Biaya Pendidikan Jenjang SD, SMP, SMA, SMK di Perguruan Tinggi

7. Instruksi Wali Kota Bekasi Nomor 421/1223/Disdik tentang Kewajiban Sekolah untuk Pelaksanaan K3 (Ketertiban, Kebersihan dan Keindahan) di Lingkungan Sekolah Pemerintah Kota Bekasi;

8. Instruksi Wali Kota bekasi Nomor 420/1224/Disdik tentang Larangan Penggunaan Lahan dan Rumah Dinas Sekolah Negeri Kota Bekasi;

9. Instruksi Wali Kota Bekasi Nomor 1229 Disdik.Dikdas tentang Tindak Lanjut Rekomendasi Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) dalam Pelaksanaan Penerapan Kurikulum 2013 pada Dinas Pendidikan Kota Bekasi;

10. Instruksi Wali Kota Bekasi Nomor 424/1230/Disdik.Dikdas tentang Pelaksanaan Penerapan Pendidikan Karakter dan Anti Korupsi pada Jenjang Sekolah Dasar, Sekolah Menengah Pertama pada Dinas Pendidikan;

11. Instruksi Wali Kota Bekasi Nomor 424/1231-Disdik.Dikdas tentang Penyesuaian Linieritas Guru dan Tenaga Kependidikan Berdasarkan Kualifikasi Ijazah dan Jenjang Jabatan di Lingkungan Dinas Pendidikan;

12. Instruksi Wali Kota Bekasi Nomor 421/1232-Disdik.Dikdas tentang Study Tour pada Satuan Pendidikan Sekolah Menengah Pertama di
Lingkungan Dinas Pendidikan Kota Bekasi;

13. Instruksi Wali Kota Bekasi Nomor 421.1/1220/Disdik.Paudpenmas tentang Pendidikan Anak Usia Dini 1 (satu) tahun Pra SD di Lingkungan Pemerintah Kota Bekasi

14. Instruksi Wali Kota Bekasi Nomor 420/1810. Disdik.Dikdas tentang Pemetaan Penjaminan Mutu Pendidikan Pada Satuan Pendidikan Jenjang Sekolah Dasar Dan Sekolah Menengah Pertama Dinas Pendidikan Kota Bekasi;

15. Instruksi Wali Kota Bekasi Nomor 421/1812.Disdik Dikdas tentang Peran Serta Pengawas Sekolah Sebagai Quality Assure Pada Jenjang Sekolah Dasar Dan Sekolah Menengah Pertama Dinas Pendidikan Kota Bekasi;

16. Instruksi Wali Kota Bekasi Nomor 420/1811. Disdik. Dikdas tentang Peningkatan Kinerja Kepala Sekolah Dasar Dan Sekolah Menengah Pertama Pada Dinas Pendidikan Kota Bekasi

17. Instruksi Wali Kota Bekasi Nomor 425.1/1986/Disdik tentang Pemeliharaan Gedung Sekolah Melalui Anggaran Bantuan Operasional Sekolah Di Kota Bekasi;

18. Instruksi Wali Kota Bekasi Nomor 425/1784/Disdik tentang Standar Sarana Dan Prasarana Pendidikan Di Kota Bekasi;

19. Instruksi Wali Kota Bekasi Nomor 424/1814/Disdik. Set tentang Nomor Unik Kepala Sekolah;

20. Instruksi Wali Kota Bekasi Nomor 420/1785.Disdik.Dikdas tentang Penataan, Pemerataan Pendidikan Dan Tenaga Kependidikan Pada Jenjang Sekolah Dasar Dan Sekolah Menengah Pertama Dinas Pendidikan Kota Bekasi;

21. Instruksi Wali Kota Bekasi Nomor 422.2/1816. Disdik tentang Penerimaan Peserta Didik Baru Tahun Ajaran 2020/2021 Di Kota Bekasi;

22. Instruksi Wali Kota Bekasi Nomor 422/1815/Disdik tentang Pembaglan Tugas Pengguna Anggaran, Kuasa Pengguna Anggaran Pejabat Pelaksana Teknis Kegiatan, Pelaksana Administrasi dan Pelaksanaan Teknis Di Lingkungan Dinas Pendidikan Kota Bekasi;

23. Instruksi Wali Kota Bekasi Nomor 421/1812/Disdik tentang Pendirian Unit Sekolah Baru Sekolah Menengah Pertama Negeri Di Lingkungan Pemerintah Kota Bekasi Tahun 2020;

24. Instruksi Wali Kota Bekasi Nomor 424/1783/Disdik tentang Penyesuaian Linieritas Guru Dan Tenaga Kependidikan Berdasarkan Kualifikasi Ijazah Dan Jenjang Jabatan Di Lingkungan Dinas Pendidikan Kota Bekasi.

“Semua instruksi-instruksi ini nanti ada turunan-turunannya untuk lebih dijabarkan dalam bentuk surat keputusan maupun juknis. Dan selain 24 Instruksi Wali Kota itu, masih ada instruksi-instruksi lain yang belum bisa saya sampaikan. Jadi sekarang ini posisinya sudah ada usaha yang positif baik dari pemerintah Kota Bekasi maupun Dinas Pendidikan,” jelas Sekretaris Dinas Pendidikan lugas.

Guru sebagai garda terdepan dalam memberikan pelayanan pendidikan, juga tidak lepas dari pembahasan Sekdis. Dia mengungkapkan bahwa kondisi pendidikan kota Bekasi sekarang ini dalam posisi kekurangan guru atau tenaga pendidik. Apalagi dalam 1 – 2 tahun belakangan ini, jumlah guru di kota Bekasi yang memasuki usia pensiun mencapai jumlah 100 sampai 200 orang per tahunnya.

“Bahkan ada salah satu sekolah pernah menghubungi saya, Bahwa tahun ini guru di sekolahnya habis, karena ada 7 guru yang pensiun. Ini harus bisa segera kita cari solusinya. Beberapa strategi sedang digodok Disdik, termasuk memberikan diklat atau pelatihan mengajar bagi tenaga kependidikan. Yang pasti, permasalahan kekurangan guru ini harus segera diselesaikan. Dan ini tugas yang berat karena berkaitan dengan banyak aturan dan peraturan,” ungkap Uu.

Sedangkan terkait transparansi kinerja, Sekdis mengutarakan bahwa Disdik Kota berusaha untuk lebih terbuka. Diawali dengan mengundang teman-teman media dalam Coffeemorning membahas salah satu instruksi Wali Kota tentang masalah yang sedang hangat beberapa hari terakhir.

“Ini bentuk usaha Disdik untuk terbuka, dengan mengundang stakeholder duduk bersama membahas permasalahan pelayanan pendidikan,” ucap Uu.

Di sesi terakhir perbincangan, Uu Saeful Mikdar, selaku Sekretaris Dinas Pendidikan Kota Bekasi menegaskan bahwa tidak ada kata mundur. Maju terus, pantang mundur. Apalagi bicara kualitas pelayanan pendidikan, keterbukaan atau transparansi, Disdik akan berusaha sekuat tenaga memberikan yang terbaik. Dan khusus pada akses informasi publik, Uu memastikan akan memberikan porsi perhatian besar dalam pengelolaan informasi melalui web dinas pendidikan.

“Saya akan memeriksa dan mengevaluasi web disdik. Kita perbaiki dan kita lebih hidupkan lagi. Agar penyampaian informasi-informasi tentang kegiatan pendidikan khususnya kegiatan disdik lebih memasyarakat, sebagai wujud pelayanan pendidikan yang kita berikan kepada masyarakat,” tegas Uu Saeful Mikdar, yang pada 3 Februari kemarin telah lulus Sidang Terbuka S-3 Universitas Jakarta ini dengan optimis.

Di tempat berbeda, Kepala Dinas Pendidikan Kota Bekasi, Inayatulah, secara gamblang memaparkan program, kebijakan dan langkah yang dilaksanakan dalam peningkatan kualitas pelayanan pendidikan serta mewujudkan transparansi kinerja Disdik Kota Bekasi.

Inay, panggilan Kadisdik, bahwa Disdik akan menyelenggarakan Bimtek Pembinaan Kompetensi Kepala Sekolah dalam pengelolaan keuangan oleh Tim Auditor dari Inspektorat Kota. Dia juga menyampaikan bahwa disdik kota Bekasi serius berupaya dalam peningkatan mutu pendidikan dan sumber daya manusia.

Kadisdik juga berjanji akan lebih memaksimalkan kegiatan-kegiatan KKG (Kelompok Kerja Guru) dan mata pelajaran. Dan dia juga berjanji bahwa kegiatan-kegiatan Dinas Pendidikan Kota Bekasi di tahun 2020 ini akan dimuat di web Disdik. Agar masyarakat lebih mudah dan lebih cepat mengakses informasi mengenai pelayanan pendidikan yang diselenggarakan oleh Dinas Pendidikan.■(GP-IP2)