Bekasi, Info Pendidikan
“Sejak awal menempati lokasi yang baru ini, saya ingin sekali, kedepannya SMAN 22 ini menjadi Sekolah Hijau atau Green School,” kata Mukaromah, Kepala SMAN 22 Bekasi, Rabu (19/2).

Ditemui di ruang kerjanya, Mukaromah mengutarakan bahwa banyak tugas dan target yang harus dicapainya dalam mengarahkan kemana arah sekolah yang dipimpinnya ini.

“Target terdekat kita sekarang adalah bagaimana meningkatkan raihan hasil Ujian Nasional (UN). Sedikitnya lebih baik 10 poin dibanding capaian tahun lalu,” ucap Mukaromah mengawali.

Dalam rangka itu, lanjut Mukaromah, beberapa langkah sudah ditempuh sekolah. Pertama, sosialisasi target capaian nilai UN ke orang tua murid. Sekolah berharap orang tua murid mendukung program sekolah, agar dalam pelaksanaan ujian nanti tidak ada kendala.

“Sama seperti tahun lalu, kita akan melaksanakan UNBK (Ujian Nasional Berbasis Komputer). Dukungan sarana prasarana untuk UNBK kita sudah siap. Jumlah komputer sekolah dan server sudah cukup untuk UNBK 3 sesi. Dan kita nanti akan pakai 3 ruang kelas,” jelas Mukaromah.

Selain penyiapan sarana dan prasarana UNBK, lanjut Mukaromah, sejak semester lalu, telah dilaksanakan pemantapan untuk Kelas XII. Siswa diberi pembekalan setiap hari Sabtu. Dan berdasar pada hasil try out dan simulasi UNBK yang telah dilaksanakan, menunjukkan progres yang signifikan meningkat. Bahkan melebihi target sekolah.

Selain nilai UN, target lain yang ingin diwujudkan Mukaromah adalah keterserapan di perguruan tinggi negeri. Dia ingin agar jumlah dan prosentasi siswa yang melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi negeri lebih besar dari apa yang telah dicapai sebelumnya.

Untuk itu, pengarahan dan bimbingan guru semakin diintensifkan. Dan dia berbangga sampai sejauh ini raport SMAN 22 dimata perguruan tinggi negeri sangat baik. Ini dinilai dari capaian prestasi alumni SMAN 22 di perguruan tinggi mereka masing-masing.

Terkait pada indeks kepuasan masyarakat, Mukaromah mengatakan sangat bangga karena apresiasi masyarakat sekitar sekolah sangat tinggi. Warga sangat mendukung keberadaan sekolah di lingkungan mereka. Dan, dia juga berharap agar persepsi warga akan sekolah tidak tergerus dan tergeser.

“Sekolah ini termasuk sekolah minimalis. Lahan sekolah juga hanya 4020 m². Selain itu kita masih melaksanakan KBM 2 shif. Tapi, ini semua, sudah anugerah yang luar biasa. Kita mendapat tempat dan gedung baru setelah sekian lama menumpang.

Dan, terakhir mas, begitu kita pindah ke sini per 7 Januari lalu, saya ingin sekali sekolah ini menjadi sekolah hijau. Makanya, sebelum resmi pindah ke sini, kita sudah menanam berbagai pohon beraneka jenis. Jadi nanti beberapa tahun kedepan, sekolah ini akan tampak hijau dan rindang dengan banyak pepohonan,” pungkas Mukaromah sambil tersenyum optimis.■GP-IP2