Bekasi, Info Pendidikan
Sri Yulinarti, Kepala Bidang SD di Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Bekasi, Senin (16/3), kepada IP, mengungkapkan bahwa belajar di rumah untuk siswa SD (sekolah dasar) perlu peran aktif wali murid.

Sri Yulinarti (Kabid SD Disdik Kota Bekasi)

Disdik dan Pemerintah Kota (Pemkot) Bekasi, Sabtu lalu (14/3) telah menginstruksikan semua satuan pendidikan mulai dari TK/PAUD, SD, sampai SMP untuk melaksanakan pembelajaran di rumah sampai 2 minggu ke depan, terhitung mulai 16 Maret sampai dengan 31 Maret. Kebijakan ini diambil dalam mencegah penularan Pandemi COVID-19 di lingkungan sekolah.

“Pelaksanaan Belajar di Rumah untuk siswa SD tidak semudah dibanding untuk siswa sekolah menengah atau lanjutan. Untuk itu Disdik mengajak orang tua murid atau wali murid untuk berperan aktif mendampingi siswa belajar di rumah,” ujar Sri Yulinarti, yang akrab dipanggil Yuli.

Namun untuk membantu guru dan orang tua dalam pelaksanaan belajar di rumah, kata Yuli, Disdik telah mengantisipasi dengan lebih dahulu melakukan sosialisasi persiapan penugasan pembelajaran di rumah via aplikasi WA dan E-Learning kepada sekolah.

“Hanya saja, untuk SD, perlu dipandu dengan buku penghubung guru dengan orang tua, sesuai tema dari kelas I sampai dengan kelas VI,” jelas Yuli.
Semua sekolah dasar di kota Bekasi, kata Yuli, sudah dikirimkan beberapa form panduan pelaksanaan belajar di rumah. Selain buku penghubung, disdik juga membuat form monitoring dan form kontrol guru.

Yuli mengutarakan bahwa tiap orang tua murid sudah disampaikan oleh masing-masing wali kelas terkait kegiatan belajar mengajar untuk tetap dilaksanakan di rumah masing-masing siswa menggunakan buku Tematik Siswa.

Dan tiap hari, orang tua akan mendapat informasi dari guru kelasnya materi apa yang harus dipelajari. Dan orang tua diminta untuk membimbing anak dalam mengerjakan, memahami dan mengerjakan latihan yang diberikan.

Lembar kerja pelajaran juga akan dibagikan dalam bentuk PDF setiap hari. Lembar kerja dapat diprint atu ditulis tangan. Dan dikumpulkan dengan cara difoto lalu dikirim kembali melalui WA Grup.
“Apabila tidak mengerjakan maka akan mempengaruhi kehadiran dan dianggap alpa,” tegas Yuli.

“Ini memang tidaklah mudah. Perlu kesabaran orang tua dalam membimbing anak-anak mereka dalam kegiatan belajar mengajar di rumah. Kita sendiri tidak ingin keadaan ini berlangsung lama. Semoga perkembangannya semakin membaik,” harap Yuli.■(GP-IP2)