Bekasi, Info Pendidikan
“Bukan karena masalah Corona yang sedang booming ya, tapi memang pembelajaran berbasis IT sudah berjalan sejak tahun pelajaran 2018-2019,” kata Sungkawati, Kepala SMPN 12 Kota Bekasi, kepada IP, Senin (16/3).

Sebelum kondisi Pandemi COVID-19, sambung Sungkawati, SMPN 12 Kota Bekasi sudah menjalankan Penilaian Tengah Semester (PTS), Penilaian Akhir Semester (PAS) berbasis Komputer. Dan untuk kelas IX, mereka juga sudah melaksanakan Ujian Sekolah dan Ujian Nasional Berbasis Komputer.

“Namun sekarang ada anjuran dari pemerintah untuk meliburkan sekolah akibat dampak dari Pandemi COVID-19. Tapi, proses pembelajaran harus tetap berjalan,” sambung dia.

Untuk itu maka dalam hal menindaklanjuti SE Kemendikbud No. 3 tahun 2020 tentang pencegahan Corona Virus Disease (COVID-19-19), dan SE Wali Kota Bekasi No. 421/2022/Disdik, SMPN 12 Kota Bekasi menyatakan siap melaksanakan proses pembelajaran jarak jauh dengan pantauan Wali Kelas masing-masing, baik melalui email, WA Grup maupun online.

Ia, menjelaskan, kepala sekolah sebelumnya telah mengeluarkan surat edaran kepada orang tua murid melalui media sosial yang isinya terkait pelaksanaan pembelajaran jarak jauh yang akan digelar mulai Senin, 16 Maret sampai 31 Maret.

Dalam surat edarannya, yang dimaksud pembelajaran jarak jauh ini, siswa diminta belajar dan mengerjakan tugas di rumah. Orang tua diminta turut mengawasi dan aktif mendukung kegiatan belajar online.

Orang tua diminta tetap memberikan energi dan pemikiran positif kepada anak dalam menghadapi masalah ini, dengan perbanyak ibadah dan pola hidup bersih dan sehat, agar tidak menimbulkan efek takut ataupun stres pada anak-anak.

Dalam surat edarannya, dia juga meminta orang tua untuk mengambil hikmah dari keadaan ini untuk berkumpul dengan keluarga di rumah. Tidak melakukan kegiatan luar rumah seperti ke Mal, dan menuju obyek-obyek wisata dan sejenisnya.

Lalu, selama belajar di rumah akan dipantau belajarnya oleh guru mapel melalui Email/ WA group/ Online, untuk selanjutnya akan dikumpulkan dan ditindaklanjuti ketika siswa masuk kembali ke sekolah.

Sekolah membentuk ruang belajar internal SMPN 12 Bekasi, untuk memfasilitasi komunikasi pelajaran jarak jauh. Oleh sebab itu, diharapkan media komunikasi siswa dan orang tua selalu aktif.

Dan terakhir, untuk kegiatan Outing Class VIII ditunda pelaksanaannya sampai waktu yang akan ditentukan kemudian.

“Penguasaan IT menjadi sangat penting dalam pembelajaran online ini. Guru wajib mampu membuat bahan ajar, tugas dan soal. Menguploadnya dan mengirimkannya ke siswa dan orang tua siswa. Selain itu, guru juga dituntut untuk sabar memandu siswa dalam mengerjakan tugas dan soal yang diberikan.

Karena komunikasi khan jadi bersifat internal satu-satu. Demikian juga, siswa dituntut untuk mampu mengerjakan dan membuat laporan hasil kerjanya secara mandiri, serta mengirimkannya ke guru mapel dan wali kelasnya secara online,” jelas Sungkawati.

Siswa juga, tampak asyik dan serasa tidak terbebani. Karena dari upload dokumentasi proses belajar masing-masing siswa, mereka serius mengerjakan apa yang diperintahkan oleh guru mereka.

“Tapi ada sedikit masalah, untuk siswa yang tidak memiliki laptop atau hape, saya masih mencari solusinya bagaimana. Semoga kondisi darurat Pandemi COVID-19 bisa segera berakhir ya,” tutup Sungkawati.■(GP-IP2)