Bekasi, Info Pendidikan
Untuk mengantisipasi meningkatnya kasus virus Corona atau Covid-19 akhirnya Dinas Pendidikan Kota Bekasi meniadakan kegiatan belajar mengajar di sekolah selama dua Minggu kedepan terhitung mulai Senin, 16 s/d 31 Maret 2020.

Drs.Markum Sukmajaya (Kepala SMPN 7 Bekasi)

Kebijakan tersebut menjadi langkah tepat yang perlu diambil dalam meminimalisir potensi semakin meluasnya wabah virus corona di wilayah Kota Bekasi khususnya di sekolah-sekolah.

Menindaklanjuti keputusan tersebut Kepala Sekolah bersama guru-guru SMPN 7 Kota Bekasi melakukan terobosan dengan metode pembelajaran Blended learning.

Blended learning yang diterapkan ini adalah sebuah kemudahan pembelajaran yang menggabungkan berbagai cara penyampaian, model pengajaran dan memperkenalkan berbagai pilihan media dialog antara fasilitator dengan orang yang mendapat pengajaran.

Blended learning juga sebagai sebuah kombinasi pengajaran langsung (face-to-face) dan pengajaran online, tapi lebih daripada itu sebagai elemen dari interaksi sosial.

Dengan metode ini guru-guru SMPN 7 Kota Bekasi bisa memberikan tugas melalui sistem online, agar siswa selama masa libur tetap melakukan kegiatan pembelajaran.

“Guru memberikan tugas atau materi secara online, yang bisa dikerjakan di rumah oleh para siswa,” ujar Markum Sukmajaya.

“Guru juga wajib melakukan monitoring dan pengawasan kepada siswa selama dirumahkan. Agar selama dirumah tetap melakukan kegiatan belajar mengajar secara daring, hal ini bertujuan agar siswa tidak banyak melakukan kegiatan diluar rumah,”sambungnya.

“Kami juga harapkan orang tua siswa dapat melakukan pengawasan, agar untuk sementara mengurangi kegiatan anak diluar rumah,”ungkap Markum lagi.

Jadi, selama 2 pekan kedepan, kita himbau kepada siswa siswi dan orang tua, setiap harinya membuka Website SMPN 7 Kota Bekasi, untuk bisa melakukan pembelajaran secara daring maupun online,” jelas Markum.

Berikut Jadwal Pembelajaran SMPN 7 Kota Bekasi secara Daring selama 2 minggu kedepan:

Melalui hal tersebut diharapkan para siswa, orang tua dan guru-guru bisa berkolaborasi mewujudkan pembelajaran secara online dengan metode Blended Learning ini. ■ JOS

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here