Bekasi, Info Pendidikan
Sudah lebih 3 minggu darurat COVID-19 berlangsung di Kota Bekasi. Membuat banyak orang terdampak dan mengalami banyak kesusahan. Apalagi lapisan masyarakat ekonomi lemah.

Melihat keadaan ini, Sungkowati, Kepala SMPN 12 Kota Bekasi, didukung oleh komite sekolah dan orang tua murid, melakukan penggalangan donasi atau bantuan untuk masyarakat yang terdampak. Khususnya masyarakat sekitar sekolah dan juga siswa-siswa dari keluarga kurang mampu.

Dari penggalangan bantuan ini, tim peduli COVID-19 SMPN 12 Kota Bekasi, sampai hari ini, 12 April 2020, telah berhasil mengumpulkan:
– Pakaian Medis/ Alat Perlindungan Diri (APD) sebanyak 50 buah
– Kaca mata medis 25 buah
– Sembako 85 bungkus
– Masker 100 buah
– Lunch box (paket makan siang) untuk tenaga medis sebanyak 65 boks.

Donasi yang terkumpul ini kemudian disalurkan oleh tim peduli COVID-19, dinahkodai langsung oleh kepala sekolah. Sebanyak 40 pakaian medis, 25 kacamata medis dan 35 lunch box disalurkan ke RSUD kota Bekasi.

Selain ke RSUD, Tim Peduli SMPN 12 juga menyalurkan donasi ke Puskesmas Pekayon 10 pakaian medis dan 25 lunch box, lalu memberikan bantuan 100 paket sembako dan masker untuk siswa kurang mampu yang orang tuanya terdampak karena kondisi darurat COVID-19.

Sungkawati, kepada IP, mengatakan bahwa semua bentuk donasi ini dananya bersumber dari swadaya masing-masing yang merasa terpanggil. Khususnya orang tua murid dan komite SMPN 12 banyak memberikan donasi. Selain itu, kepala sekolah dan dewan guru SMPN 12 juga menyisihkan sebagian rejekinya untuk memberikan donasi kepada Tim Peduli SMPN 12.

“Sebelum aksi peduli ini, sekolah sudah lebih dulu memberikan bantuan kepada siswa-siswa yang kurang mampu khususnya kelas IX berupa paket internet, agar mereka bisa melaksanakan belajar dari rumah (BDR),” ungkap Sungakawati, Sabtu (2/4).

Tercatat 15 siswa kurang mampu yang mendapat bantuan paket internet dari sekolah. Masing-masing mendapat minimum 2,5 GB, tapi ada juga yang mendapat 4 dan 6 GB.

“Dalam kondisi sepertinya sekarang ini, siswa dari masyarakat berpenghasilan kurang sangat terdampak. Mereka harus belajar dari rumah, tapi tidak punya kuota internet. Dan ini kita sikapi dengan memberikan kuota internet kepada mereka secara gratis,” lanjut Sungkawati.

Secara rinci Sungkawati menjelaskan bahwa tim peduli dari SMPN 12 melaksanakan aksi ke RSUD pada 10 April 2020, lalu ke Puskesmas pada 11 April 2020 dan pembagian masker dan sembako pada 10-13 April 2020. Sedangkan Paket internet siswa tak mampu khusus kls IX tanggal 12 Maret 2020.

“Kenapa kita khususkan kelas IX, karena kelas IX sekarang saatnya pengambilan nilai akhir. Semoga kita semua bisa melewati semua ini dengan baik. Dan siswa bisa kembali bersekolah seperti biasa lagi,” harap Sungakawati.■ (GP-IP2)