Bekasi, Info Pendidikan
Dalam rangka meningkatkan keimanan, ketaqwaan dan akhlak mulia di kalangan siswa, terlebih di bulan puasa ini, Ramadhan 1441 H, SMAN 11 Bekasi, yang berlokasi di Jatisari, Kecamatan Jatiasih, Kota Bekasi, sejak hari ini Senin (11/5) sampai Kamis (11/5), menggelar Smartren.

Ermayani Astuti, Kepala SMAN 11

Smartren adalah salah satu kegiatan keagamaan yang dikemas dalam bentuk Pesantren Ramadhan secara daring (dalam jaringan). Dan menurut keterangan Ermayani Astuti, Kepala SMAN 11, Smartren ini adalah salah satu bentuk pendidikan karakter pengembangan nilai keagamaan dan penumbuhan budi pekerti luhur para generasi milenial, khususnya siswa SMAN 11.

Adapun format pembelajarannya adalah,
1. Puasa Ramadhan,
2. Tarawih di rumah,
3. Tadarus,
4. Sholat Fardhu
5. Sholat Sunnah
6. Hapalan Juz 30
7. Menyimak, Diskusi, dan Quiz secara daring
8. Penguatan akhlakul karimah, empati, gotong royong, toleransi dan cinta tanah air

Sedangkan sarana yang digunakan berupa kelas digital, video conference, media penyiaran live dan media sosial (Instagram).

Erma (panggilan Ermayani Astuti), secara resmi membuka acara Milenial SMARTREN Ramadhan 1441 H dari rumah, dan disiarkan (dishare) secara online melalui Instagram. Selepas itu, 3 orang guru agama SMAN 11, Ust. Jejen Zenal Aripin, SAg, Ust. Deri Ahmad Sofari, SPdI, dan Ust. Buchori, SPdI, melanjutkan memberi bimbingan dan arahan kepada siswa secara daring dan luring melalui Instagram selama kegiatan Smartren ini digelar.

Secara rinci Erma menjelaskan rincian kegiatan Smartren yang diadakan oleh SMAN 11 Bekasi.

“Sebelumnya kita mengenal acara ini dengan sebutan pesantren Ramadhan. Kini berubah nama menjadi Smartren Ramadhan. Diikuti oleh seluruh siswa muslim kelas 10 dan 11. Dan bagi siswa non muslim, sama-sama melaksanakan pembelajaran ibadahnya dengan gurunya masing-masing secara online. Dan medianya boleh melalui WA, Instagram maupun Zoom Meet,” jelas Erma, Senin (11/5).

Selanjutnya Erma mengatakan bahwa didalam Smartren ini beberapa materi pembelajaran yang berkorelasi dengan kondisi pandemi COVID-19 saat ini juga disampaikan oleh masing-masing pembimbing.

Materi Pembelajarannya adalah, Beribadah di masa pandemi, Memperlakukan jenazah muslim yang terpapar Covid-19, Pola interaksi sosial di masa pandemi, Islam yang rahmatan lil alamiin, Birrul Walidain, Empati terhadap korban dan terimbas Covid-19, Gotong Royong dalam menghadapi Covid-19, Identitas Bangsa, Toleransi cinta tanah air.

“Walaupun sekarang kita sedang prihatin akan kondisi ini, namun proses pembelajaran terlebih pendidikan dan pembinaan karakter anak harus tetap dikedepankan. Dan Smartren inillah menjadi salah satu wadahnya. Semoga anak-anak serius mengikuti, jadi tujuan kegiatan dapat memberi makna,” pungkas Erma.■ (GP-IP2)