Bekasi, Info Pendidikan
Pandemi COVID-19 yang melanda hampir semua belahan bumi memberikan perubahan yang sangat besar pada sektor pendidikan. Siswa tidak lagi dapat berkumpul dan bermain bersama teman-teman sebayanya. Mereka dipaksa dan terpaksa tinggal di rumah (Stay Home). Mulai dari belajar, mengerjakan tugas sampai menempuh ujian akhir semester.

Demikian juga dengan yang terjadi di SMAN 15 Bekasi. Akibat pandemi Covid-19, serta untuk mencegah penularan virus, proses kegiatan belajar mengajar menjadi dialihkan ke rumah. Guru memberikan soal dan tugas dari rumah. Dan siswa mengerjakannya dari rumah.

PAT atau Penilaian Akhir Tahun adalah kegiatan sekolah berupa ujian untuk siswa kelas X dan XI. Namun karena adanya Wabah Corona (COVID-19), PAT SMAN 15 Bekasi dilaksanakan secara online atau daring (dalam jaringan).

Hj. Rusti Setiyarti, SPd, MM, Kepala SMAN 15 Bekasi, di hari kedua pelaksanaan PAT, Kamis (4/6), kepada IP mengungkapkan bahwa PAT kali ini dilaksanakan dari tanggal 3 Juni sampai 10 Juni 2020, diikuti semua siswa kelas X dan XI.
“Siswa yang mengikuti PAT tahun ini, sebanyak 390 siswa kelas X dan 351 siswa kelas XI. Mereka akan mengerjakan soal tiap mata pelajaran dari guru mapel masing-masing. Durasi mengerjakan soal tiap mata pelajaran diberikan selama satu setengah jam,” jelas Rusti.

Kegiatan PAT SMAN 15 Bekasi, tahun ajaran 2019-2020, sambung Rusti, dilaksanakan secara daring melalui 2 akun sekolah. Masing-masing untuk Kelas X dan Kelas XI mempergunakan Google Form yang dimasukkan pada Google Classroom dengan masing-masing kode.

Rusti menambahkan, “Dalam kegiatan PAT Daring, internet menjadi kebutuhan mutlak. Untuk itu, agar pelaksanaan PAT Daring tidak terkendala, maka sekolah memberikan donasi paket internet untuk semua siswa kelas X dan XI. Hal yang sama juga diberikan kepada guru-guru mapel dan 21 wali kelas.

“Kebijakan pemberian donasi paket internet untuk siswa dan wali kelas ini, kata Rusti, sesuai arahan dari pusat dan provinsi. Dan pembiayaannya bersumber dari BOS Pusat.

Bagi siswa yang memiliki smartphone/ handphone atau desktop/ laptop, mengikuti PAT di rumah. Namun, bagi siswa yang tidak memiliki HP atau laptop dapat mengikuti PAT di sekolah dengan menggunakan fasilitas sekolah.

“Ada 2 (dua) siswa yang mengikuti PAT Daring di sekolah. Menggunakan fasilitas sekolah, namun tetap harus mengikuti protokoler Covid-19,” ungkap Rusti.

Rusti kemudian melanjutkan bahwa pelaksanaan PAT Daring bagi kelas X & XI dilaksanakan tidak semata-mata untuk memperoleh nilai aspek pengetahuan. Namun lebih jauh adalah juga untuk penguatan nilai-nilai karakter peserta didik seperti kejujuran/integritas, religius, nasionalis, dan kemandirian. Oleh karena itu siswa harus mengikuti kompetisi secara sportif, jujur dan percaya diri.

“Sampai hari kedua ini, PAT berjalan lancar. Semoga Allah SWT, Tuhan Yang Maha Kuasa memberikan kemudahan dan kelancaran sampai diakhir pelaksanaan PAT,” tutup Rusti.■(GP-IP2)