Bekasi, Info Pendidikan
Berdasarkan hasil rapat musyawarah pada tanggal 2 September 2020 lalu, komisi-komisi di DPRD Kota Bekasi diberi tugas untuk membahas KUA PPAS tahun 2021 bersama dengan mitra kerja Organisasi Perangkat Daerah (OPD) masing-masing.

Berkaitan dengan hal terwenut, dalam upaya memaksimalkan fungsinya di seluruh komisi, maka komisi DPRD Kota Bekasi memanggil masing-masing OPD untuk memaparkan program kegiatan masing-masing pada tahun 2021 mendatang. Salah satu komisi tersebut adalah komisi III yang bermitra dengan dinas Ketahanan Pangan dan Perikanan.

H Abdul Muin Hafidz sebagai ketua komisi III menjelaskan bahwa kondisi saat ini tidak seperti kondisi kondisi sebelumnya. Program propgram yang langsung bersentuhan dengan masyarakat dan program proiritas dalam penanganan dampak covid 19 harus benar-benar diperhatikan, khususnya program bantuan sosial yang diberikan. Banyaknya orang miskin baru ini harus benar-benar mendapat perhatian serius, ujarnya.

Selain itu, anggota DPRD Kota Bekasi Lilis Nurlia juga mempertanyakan program kinerja dinas ketahanan pangan dan pertanian yang saat inni sedang digembar-gemborkan yaitu kegiatan RW siaga ketahanan pangan. Dalam keterangannya kepadaaawak media, Lilis menjelaskan program RW siaga itu sangat bagus dan bisa mendorong warga untuk mandiri dalam memenuhi kebutuhan pokoknya.

Namun hal ini harus didukung dengan penuh dan tidak hanya pendampingan saja, contohnya hydroponik, perlu instalasi, perlu media, perlu bibit dan hal-hal lainnnya. Maka dari itu perlu diperhatikan secara serius dan juga tidak sebatas hanya perlombaan menang dan mendapatkan hadiah, tetapi harus menjadi program yang continiu, tegasnya.

Dinas ketahanan pangan dan pertanian dalam upaya meningkatkan perekonomian serta memperbaiki ketahanan pangan masyarakat yang salah satunya adalah pengupayakan program tananan hydroponik tentunya juga harus memperhatikan sarana dan prasarana yang disediakan untuk instalasi pertanian hydroponik.

Dalam paparan komisi III DPRD Kota Bekasi dengan dinas ketahanan pangan dan pertanian, adalah bertujuan untuk meningkatkan persediaan stok bahan pangan daerah, terjaganya akses masyarakat untuk memperoleh kebutuhan pangan utama, meningkatkan produksi hasil pertanian dan perkebunan serta meningkatkan kwantitas dan kwalitas makanan olahan hasil pertanian.

Adapun target kinerja dari program peningkatan ketahanan pangan diantaranya adalah jumlah ketersediaan cadangan bahan pangan untuk 2021 sebanyak 100 ton serta tingkat stabilitas harga bahan pangan menjadi lebih dari 5% di tahun 2021 mendatang.■ (HS/ADV)