Damaikan Indonesia Dengan Pembiasaan Menggunakan Tiga Kata Ajaib

0
831

Bekasi, Info Pendidikan
Hidup berdampingan secara damai, merupakan jargon yang sangat populer dalam beberapa tahun terakhir. Keprihatinan atas munculnya berbagai konflik dan ketidakharmonisan dalam kehidupan sosial masyarakat semakin menguatkan mimpi dan harapan tentang kehidupan yang damai.

Dr. Yasnita, M.Si, selaku Ketua Kegiatan, menuturkan betapa tidak, saat ini masyarakat Indonesia harus terbiasa dengan berita tentang kerusuhan, saling balas dendam, tawuran, saling serang. Begitu mudahnya, orang tersulut kemarahan. Ironisnya, bangsa Indonesia terkenal sebagai bangsa yang ramah dan murah hati.

“Sebagai bentuk kepedulian terhadap fenomena tersebut, Pascasarjana Universitas Negeri Jakarta, mencoba berkontribusi dalam menumbuhkan nilai-nilai karakter sosial yang positif dengan mengadakan kegiatan Pengabdian Masyarakat di Kelurahan Kranji, Bekasi Barat,” ujarnya, Selasa (9/2).

Dengan mengangkat tema “Pengembangan Nilai-Nilai Karakter Sosial Melalui Pembiasaan Menggunakan 3 Kata Ajaib” pada ibu-ibu yang merupakan pendidik utama dan pertama bagi anak-anaknya.

Kegiatan tersebut telah dilangsungkan pada akhir Agustus 2020 lalu dan manfaatnya sangat dirasakan oleh ibu-ibu yang menjadi peserta pada kegiatan tersebut.

Maaf, Tolong dan Terima kasih. Merupakan tiga kata ajaib, mantra “human being” yang menjadi perekat sekaligus memberi makna atas relasi yang dibangun dengan sesama manusia,” katanya tersenyum.

Menurut dia, ketika tiga kata tersebut diucapkan tidak hanya menunjukan budi orang yang mengatakannya, namun juga melunakan hati orang yang menjadi tujuan kata tersebut diucapkan.

“Ironisnya, saat ini tiga kata tersebut yang makin sulit didengarkan makin jarang diucapkan,” jelasnya.

Pada kegiatan tersebut, selain memberikan pencerahan pada ibu-ibu, anak-anak juga dilatih untuk dapat menerapkan sesuai dengan konteksnya. Satu persatu anak-anak yang datang bersama Ibunya diberi stimulasi untuk dapat merespon dengan salah satu kata ajaib yang sesuai.

Nurul Laily Arrasyidhi, selaku nara sumber pada kegiatan tersebut, cukup terlatih dalam memberikan fasilitasi. Dalam suasana yang menyenangkan seluruh peserta merasakan suasana belajar. Diakhir kegiatan, para peserta mendapatkan poster tentang pembiasaan menggunakan 3 kata ajaib dan penempelan poster di PAUD Nusa Indah Kelurahan Kranji.

Lurah Kranji, Andi Kristanto, mengaku sangat mengapresiasi kegiatan tersebut karena dapat berkontribusi secara langsung dalam mensosialisasikan dan membiasakan nilai-nilai baik di masyarakat.

“Saya sangat mengapresiasi kegiatan ini karena bisa memberikan kontribusi bagi masyarakat,” akunya.

Hal senada juga diungkapkan oleh Ketua RW 09 Kelurahan Kranji, Hari Sapto. Dijelaskannya, kegiatan yang diketuai oleh Dr. Yasnita, M.Si, ini merupakan upaya nyata yang dilakukan oleh perguruan untuk membangun masyarakat.

“Semoga, kegiatan-kegiatan seperti ini dapat terus dilakukan. Melatih dan membiasakan anak-anak sejak dini untuk menggunakan 3 kata ajaib ini merupakan upaya baik yang dapat dilakukan berkontribusi dalam mendidik warga negara untuk hidup berdampingan secara damai,” pungkasnya.■ RIS