Gebyar Vaksin C-19 dan Simulasi PTM Terbatas di SMAN 15 Bekasi

0
361

Bekasi, Info Pendidikan
SMAN 15 Bekasi, yang terletak di paling ujung kota Bekasi, berbatasan dengan Kabupaten Bekasi dan Bogor, tampak sangat antusias untuk dapat segera memulai kembali pembelajaran tatap muka yang sudah sangat dirindukan oleh semua pihak. Terlebih pada perhelatan Gebyar Vaksinasi C-19, Jabar Juara Merdeka Covid Tahap 2, yang digelar pada Sabtu (28/8) kemarin.

Walau bukan persyaratan mutlak untuk memulai pembelajaran tatap muka, namun upaya vaksinasi ini menjadi salah satu jaminan dalam mengurangi dampak wabah Covid-19 di kalangan pelajar dan para pendidik. Dan khusus untuk SMAN 15 Bekasi, vaksinasi kali ini adalah vaksinasi tahap 2, menyusul kegiatan serupa yang telah digelar awal Agustus lalu.

Gebyar Vaksinasi C-19 tahap 2 ini makin tampak seru karena dilaksanakan berbarengan dengan kegiatan simulasi pembelajaran tatap muka. Dimana Pembelajaran Tatap Muka (PTM) terbatas di SMAN 15 Bekasi rencananya akan dimulai pada 6 September mendatang.

Untuk diketahui bahwa dengan dilaksanakannya vaksinasi tahap 2 ini, maka secara keseluruhan, 100 persen, baik siswa, tenaga pendidik dan kependidikan, telah divaksinasi semuanya. Ini menunjukkan bahwa SMAN 15 Bekasi menyatakan kesiapannya melaksanakan PTM terbatas.

Tri Adhianto, Wakil Wali Kota Bekasi yang turut hadir dalam kegiatan ini kepada media mengatakan bahwa upaya pembelajaran tatap muka ternyata mendapat dukungan penuh dari semua stakeholder pendidikan di SMAN 15. Terbukti, baik guru, staf TU, siswa dan masyarakat sekitar sudah divaksinasi C-19.

Ermayani Astuti, Kepala SMAN 15 Bekasi, kepada IPN, mengatakan bahwa kegiatan ini menjadi wujud kepedulian sekolah untuk dapat segera menggelar pembelajaran tatap muka.

“Sebelumnya kita sudah melakukan vaksinasi tahap 1. Dan sekarang adalah vaksinasi tahap 2. Dengan jumlah logistik vaksin sebanyak 1000. 800 vaksin untuk siswa SMAN 15 dan 200 untuk masyakarat sekitar. Kita berupaya untuk lanjut mengupayakan pembelajaran tatap muka terbatas di awal September nanti,” ungkap Ermayani.

Lebih lanjut Erma, panggilan akrab Ermayani Astuti, memaparkan bahwa kegiatan Gebyar Vaksinasi ini bukan menjadi akhir dari rangkaian kegiatan di SMAN 15, tetapi sebagai awal dimulainya adaptasi tatanan hidup baru di dunia pendidikan khususnya di SMAN 15 Bekasi. Selain telah melakukan vaksinasi untuk semua elemen sekolah, sekolah juga telah melengkapi sarana dan fasilitas dalam mendukung PTM terbatas dengan menjalankan Prokes (protokol kesehatan).

“Rencananya, kita akan memulai PTM terbatas pada 6 September depan. Mekanismenya, kehadiran siswa ke sekolah kita bagi dalam 2 bagian, ganjil – genap berdasarkan nomor absen. Misalnya, hari ini, siswa yang masuk sekolah adalah siswa dengan nomor absen ganjil, maka besoknya untuk siswa dengan nomor absen genap. Dan untuk awal pembelajaran nanti, setiap siswa akan kita berikan minuman jahe merah. Lalu, sebelum masuk kelas, siswa kita cek suhu dan mencuci tangan menggunakan hand-sanitizer. Dan tiap kelas, sudah kita siapkan 1 (satu) dispenser air minum,” jelas Erma.

“Karena kantin tidak buka,” sambung Erma, “sekolah memberdayakan koperasi sekolah untuk menyediakan makan dan minum untuk siswa. Siswa dapat memesan makan dan minuman ke koperasi sekolah dengan aplikasi yang sedang kita persiapkan. Khan siswa tidak boleh berkerumun, tapi mereka tetap bisa pesan makanan ke koperasi, dan nanti orang koperasi yang mengantarkannya.”

“Yang pasti, kita semua kini senang karena tugas kita sudah kita laksanakan dengan baik. Semua siswa sudah divaksinasi dan sarana prasarana dalam menggelar PTM terbatas sudah kita siapkan. Semoga kedepannya tidak ada kendala berarti. Dan kita semua bisa survive dalam Pandemi ini,” tutup Erma.■ (GP/IP2)