SDN Sunter Agung 13 Jakarta Utara Gelar Pembelajaran Tatap Muka

0
554

Jakarta, Info Pendidikan                                          Terhitung mulai Senin ini (30/08) Pemerintah DKI Jakarta mulai menggelar sekolah tatap muka terbatas pembelajaran campuran tahap pertama di 610 sekolah se-DKI, mulai dari tingkat TK, SD, SMP, SMA dan SMK baik swasta maupun negeri.

Sekolah tatap muka terbatas pembelajaran campuran tahap 1 di masa Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat [PPKM] didasarkan atas pertimbangan status PPKM di Ibu Kota turun dari level 4 ke level 3, dan dinyatakan zona hijau.

Terdapat 610 sekolah yang juga menggelar pembelajaran tatap muka di Jakarta, dan tercantum dalam SK Dinas Pendidikan DKI No. 883/202 tentang Penetapan Satuan Pendidikan yang melaksanakan Pembelajaran Tatap Muka Terbatas Pembelajaran Campuran Tahap I pada masa Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) tanggal 27 Agustus 2021.

Kepala SDN Sunter Agung 13 Jakarta Utara, Sri Sulastri, SPd

Untuk memastikan PTM berjalan sesuai aturan, Kepala Dinas Pendidikan DKI Jakarta juga mengeluarkan juknis (petunjuk teknis) selama pelaksanaan PTM Pembelajaran Campuran tahap I. Dan akan dilakukan penghentian PTM bila ada sekolah yang tidak mematuhi protokol kesehatan.

Kepala SDN Sunter Agung 13 Jakarta Utara, Sri Sulastri, SPd, menjelaskan di hari pertama pelaksanaan PTM Pembelajaran Campuran di masa PPKM semua berjalan lancar dan sesuai aturan. Sekolah juga membentuk Satuan Tugas (satgas) yang bertugas memonitor seluruh proses pelaksanaan PTM tahap I.

Sri Sulastri juga menambahkan, siswa yang mengikuti PTM di hari pertama adalah kelas 1 dan kelas 4, hari kedua /Rabu kelas 2 dan 5, hari ketiga/ jumat kelas 3 dan 6, masing-masing kelas dibagi 50% dari jumlah siswa setiap rombel.

KPTM dilaksanakan berselang satu hari agar ada waktu untuk mensterilkan sekolah dengan cara penyemprotan desinfektan di seluruh ruangan dan lingkungan sekolah.

PTM tahap 1 ini direspon secara baik oleh sekolah dan orang tua murid. Selain itu, sekolah juga menjalin komunikasi dengan tokoh masyarakat setempat, RT dan RW, Camat serta Puskesmas setempat.

“Saya berharap, agar PTM ini bisa berjalan dengan baik, dan situasi cepat kembali normal agar sekolah bisa berjalan seperti biasa,” harap Sri Sulastri, SPd. ■ (Jahuale)