Komunitas Belajar di Setu di Upgrade Skill dan Wawasan Oleh Mahasiswa PKM Panca Sakti Bekasi

0
180

Bekasi, Info Pendidikan
Sebagai pengimplementasian Kurikulum Merdeka, dosen dan mahasiswa Program Magister Pendidikan Anak Usia Dini Pasca Sarjana Universitas Panca Sakti Bekasi bekerjasama dengan Kelompok Belajar Setu atau tepatnya TKIT-TPQ Qatrunada, Perum Griya Husada, Kecamatan Setu, Kabupaten Bekasi, diupgrade skill dan wawasannya. Kegiatan tersebut juga merupakan bentuk Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM).

Dr. Lilis Suryani selaku dosen pembimbing PKM menuturkan, kegiatan tersebut merupakan ramgkaian dari penutupan pendidikan dan pelatihan (Diklat) Implementasi Kurikulum Merdeka.

“Kegiatan ini merupakan pengimplementasian dari Kurikulum Merdeka yang diadakan oleh dosen dan mahasiswa Program Magister Pendidikan Anak Usia Dini Pasca Sarjana Universitas Panca Sakti Bekasi,” tuturnya, Selasa (29/11/2022).

Diakuinya, kegiatan yang juga mendapat apresiasi dari Penilik UPP dan IGTKI Kecamatan Setu, dilaksanakan selama 1 bulan.

“Pendidikan dan pelatihan yang diberikan melalui luring dan daring kepada para peserta dan diharapkan dapat mengimplementasikan Kurikulum Merdeka di semester 2 nanti,” harapnya.

Ia pun menjelaskan, dalam kegiatan tersebut dihadiri langsung oleh dirinya selaku dosen pembimbing PKM serta Drs. Joko Suwarwo, MM, selaku Penilik UPP Kecamatan Setu yang sekaligus membuka kegiatan Implementasi Kurikulum Merdeka melalui sosialisasi dan pendampingan komunitas belajar  di Kecamatan Setu, Kabupaten Bekasi.

Kurikulum merdeka sebagai salah satu program yang diluncurkan oleh Kementerian Pendidikan Kebudayaan Riset dan Teknologi dalam rangka pemulihkan pembelajaran pasca pandemi, membutuhkan satu pemahaman yang utuh dari semua pelaksana Implementasi Kurikulum Merdeka.

“Jadi, guru-guru semakin tidak sabar untuk mengetahui apa itu Kurikulum Merdeka dan bagaimana mereka menerapkannya dalam pembelajaran di kelas,” terangnya.

Diakuinya, sebagai salah satu upaya untuk memfasilitasi keingintahuan para pendidik PAUD di Kabupaten Bekasi, terutama tentang apa dan bagaimana Kurikulum Merdeka diterapkan, maka para mahasiswa semester III Magister PAUD Pancasakti University menyelenggarakan kegiatan Diklat Implementasi Kurikulum Merdeka jenjang PAUD dalam Program Pengabdian Kepada Masyarakat melalui komunitas guru belajar di Kecamatan Setu, Kabupaten Bekasi Provinsi Jawa Barat.

“Kegiatan ini juga dibantu oleh mahasiswa dari universitas setempat, seperti Munasri, Novita Deviyanti, Rofiqotul Khusna, Nunuk Marlina, Tine Mulyaningsih, Wiwin Zakiah, Sri Yanti dan Arsi Binawanti.

“Kegiatan tersebut diikuti oleh 20 orang guru dan Kepala Sekolah dan para peserta mendapat bimbingan dalam menyusun topik, menentukan tujuan pembelajaran, membuat peta konsep dan membuat modul ajar,” tegasnya.

Ia pum berharap, dengan diklat tersebut dapat membantu satuan  PAUD menysusun modul ajar baik Intrakurikuler maupun Project Penguatan Profil Pelajar Pancasila serta memberikan gambaran mengenai penyusunan Kurikulum Operasional Satuan Pendidikan (KOSP).

“Dan dengan mengaitkan kurikulum lama dengan kurikulum yang baru, diharapkan para guru mendapatkan pemahaman lebih baik,” paparnya lebih lanjut.

Novita Deviyanti salah satu mahasiswa PKM yang juga nara sumber nasional IKM, Kurikulum Merdeka merupakan kurikulum pemulihan dalam pembelajaran.

Keunggulan dalam Kurikulum Merdeka, baik satuan, guru maupun peserta didik diberikan kebebasan untuk menentukan tujuan pembelajaran esensial, relevan, bermakna dan menarik sesuai dengan analisis karakteristik satuan dan peserta didik.

“Tujuan pembelajaran esensial akan memberikan ruang yang cukup luas bagi guru untuk mengeksplorasi rancangan kegiatan main yang sesuai minat anak,” ulasnya.

Sementara itu, hal senada juga diungkapkan oleh Rofiqotul Khusna. Dalam kegiatan diklat tersebut juga diadakan pre test dan post test sebagai tolak ukur pemahaman serta keberhasilan dalam kegiatan diklat.

“Hasil post test setelah kurang lebih satu bulan mendapatkan pendampingan dari para mahasiswa PKM menunjukan peningkatan yang cukup signifikan. Rata-rata nilai post test lebih bagus di bandingkan pre test,” ungkap Rofiqotul Khusna.

Kegiatan yang ditutup langsung oleh Munasri mahasiswa PKM sekaligus Ketua Panitia.

“Ucapan terima kasih untuk Komunitas Belajar Setu serta guru-guru hebat Setu. Semoga apa yang sudah teman-teman dapatkan selama pelatihan dapat bermanfaat dan di implementasikan dalam pembelajaran sehari-hari,” pungkasnya.■ RIS