Kegiatan Kewirausahaan Konveksi Bordir Mahasiswa Universitas 17 Agustus 1945 Jakarta

0
53

Jakarta, Info Pendidikan
Kami Mahasiswa/i  Universitas 17 Agustus1945 Jakarta jurusan manajemen  dan administrasi bisnis. Kami menjalankan usaha konveksi bordir sebagai bentuk  wirausaha  melalui program MBKM kewirausahaan.

Program MBKM Kewirausahaan ini merupakan program kewirausahaan dari pemerintah dengan Nama Merdeka Belajar Kampus Merdeka atau yang disebut dengan MBKM.

MBKM Kewirausahaan dapat membantu mahasiswa untuk mewujudkan mimpinya menjadi pengusaha muda serta menjadi pengalaman bagi mahasiswa untuk mendapatkan wawasan baru dengan terjun ke lapangan agar dapat langsung praktik menjalankan usaha.

Pada Kegiatan MBKM kali  ini, salah satu kelompok yang mengikuti program MBKM Kewirausahaan yaitu Indah Eka Liana, Boby Nurseptian Mulyawanto, Handika Bayu Alfarris. Mereka mengungkapkan bahwa tujuan mengikuti program MBKM ini karena ingin memiliki pengalaman dan wawasan baru dalam hal sistem belajar terutama dalam berwirausaha dan mendapatkan pengalaman sedini mungkin dalam menjalankan usaha.

Sehingga lebih siap untuk menjalankan usaha konveksi bordir. Indah salah satu pemilik dari usaha dari konveksi bordir tersebut mengungkapkan menyediakan jasa custom bordir nama tulisan di tulisan atau logo di semua jenis pakaian.

Indah menambahkan bahwa jasa custom bordir nama atau tulisan ini merupakan pilihan yang tepat bagi mereka, karena banyak diminati dari segala kalangan untuk menambahkan logo atau tulisan sesuai keinginan dari mereka (pelanggan).

Dari hasil wawancara yang dilakukan pada tanggal 10 Januari 2023 tersebut, kami selaku media mendapatkan informasi bahwa konveksi bordir sendiri telah menjadi pilihan masyarakat (pelanggan) untuk menambahkan identitas, seperti tulisan nama di baju seragam sekolah, tulisan nama institusi pada kemeja perusahaan, logo tim olahraga pada seragam olahraga dan lain sebagainya.

Boby menambahkan bahwa program MBKM kewirausahaan dijalankan selama 5 bulan. Dengan beberapa proses seperti membuat desain, mengatur mesin bordir otomatis, dan lain sebagainya. Serta membuat laporan dan dokumentasi yang harus diserahkan kepada dosen penanggungjawab kegiatan MBKM kewirausahaan ini sebagai bukti bahwa usaha konveksi bordir yang telah dijalankan.

Mahasiswa yang menjalankan usaha pun mendapatkan bimbingan dari dosen yang berkompeten sehingga mahasiswa memiliki gambaran bagaimana cara menjalankan usaha dengan tahap-tahapnya.

Alfarris salah satu mahasiswa dari kelompok kewirausahaan tersebut mengungkapkan dengan bimbingan dosen, kami dapat menjalankan usaha dengan baik sesuai dengan prosedur yang diberikan oleh dosen pembimbing kegiatan MBKM Kewirausahaan ini.

Alfarris menambahkan bahwa kami mendapatkan wawasan tentang caranya mengelola usaha konveksi bordir ini dengan baik, berjalan dengan lancar dan hasil yang maksimal serta dapat memperluas jangkauan pelanggan dan membuka lapangan pekerjaan bagi yang membutuhkan.■ Jahuale