Mahasiswa UTA 45 Jakarta Gelar Kegiatan Program MBKM Demi Membangun Generasi Yang Aktif Dalam Berwirausaha

0
58

Jakarta, Info Pendidikan
Mahasiswa semester 7 fakultas ekonomi UTA 45 Jakarta menjalankan usaha menjual pakaian bekas atau sering disebut thrifting sebagai bentuk wujud nyata pengusaha muda melalui program MBKM.

Program ini merupakan gerakan dari pemerintah dengan nama merdeka belajar kampus merdeka atau MBKM yang membuat mahasiswa mampu mewujudkan mimpinya menjadi pengusaha muda atau menjadi pengalaman bagi mahasiswa dalam meraih ilmu baru dengan turun langsung ke lapangan untuk praktik menjalankan usaha.

Dalam momen kali ini salah satu kelompok yang mengikuti program MBKM kewirausahaan yaitu Icral Briliant, Mordekhai Hamonangan, Yasril Fadlitama mengungkapkan bahwa tujuan mereka mengikuti program ini karena ingin memiliki pengalaman baru dalam sistem belajar dan memulai mendapat pengalaman sedini mungkin dalam menjalankan usaha sehingga lebih siap untuk menjalankan usaha lainnya di kemudian hari.

Mordekhai salah satu anggota dari kelompok tersebut mengungkapkan menjual pakaian bekas merupakan pilihan mereka karena sedang banyak diminati dari segala kalangan dan ingin mengubah sudut pandang orang bahwa pakaian bekas masih layak dipakai.

Dari hasil wawancara yang dilakukan pada tanggal 10 Januari 2023 tersebut kami selaku media mendapatkan informasi bahwa thrifting sendiri memiliki nilai yang sangat tinggi di kalangan tertentu, salah satu contohnya terjadi di tahun 2021 kaos band dari salah satu band ternama laku terjual 60 juta padahal kaos tersebut kaos bekas dan rilis tahun 2000an awal.

Icral menambahkan bahwa MBKM kewirausahaan dijalankan selama 5 bulan dengan beberapa proses seperti membuat laporan dan dokumentasi yang harus diserahkan kepada kampus sebagai bukti bahwa usaha tersebut berjalan. Mahasiswa yang menjalankan usaha pun mendapatkan bimbingan dari dosen yang berkompeten sehingga mahasiswa memiliki gambaran bagaimana cara menjalankan usaha dengan tahap-tahapnya.

Yasril salah satu mahasiswa dari kelompok kewirausahaan tersebut mengungkapkan dengan bimbingan dosen mereka dapat menjalankan usaha dengan minim resiko kerugian atau kesalahan karena bimbingan dosen yang sangat baik dan keuntungan yang cukup baik.

Dalam menjalankan usaha mahasiswa tentu memiliki beberapa kendala seperti modal yang terbatas, ilmu yang terbatas, koneksi terhadap orang berpengalaman yang juga terbatas.

Dosen dan mahasiswa pun memiliki harapan yang sangat besar untuk terus berlanjutnya program ini sehingga mampu menemukan potensi baru di setiap mahasiswa yang ingin membangun usaha dan dapat menemukan talenta baru dalam mengolah usaha.Mordekhai.M.■ JAHUALe